Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Merekah Usai Fed Pangkas Suku Bunga

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2019 07:31
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) terpantau menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, persoalan perang dagang antara Washington dengan Beijing masih memberikan beban tersendiri terhadap pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 31 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 115,27 poin atau 0,43 persen menjadi 27.186,69. Sedangkan S&P 500 meningkat 9,88 poin atau 0,33 persen menjadi 3.046,77. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,12 poin atau 0,33 persen menjadi 8.303,98.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan perawatan kesehatan masing-masing naik sebanyak 0,87 persen dan 0,78 persen, memimpin para pelopor. Sedangkan sektor energi turun sebanyak 2,12 persen dan menjadi kelompok berkinerja terburuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga menjadi dikisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.
 
"Memotong suku bunga adalah paket stimulus untuk ekonomi dan pasar, sehingga investor menyukainya," kata Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di New York Stock Exchange.
 
Adapun Keputusan Fed mengikuti rilis data pertumbuhan ekonomi AS. Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,9 persen di kuartal ketiga tahun ini, sedikit lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua, Departemen Perdagangan melaporkan.
 
Pertumbuhan yang lebih lambat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal ketiga mencerminkan perlambatan dalam pengeluaran konsumsi pribadi dan pengeluaran pemerintah, serta penurunan yang lebih besar dalam investasi tetap non-perumahan, menurut Departemen Perdagangan AS.
 
Lebih lanjut, Wall Street juga tengah memerhatikan pendapatan perusahaan. Sejumlah perusahaan yang ada di S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan sejauh ini, dan sekitar 74 persen telah melampaui ekspektasi analis, menurut data dari FactSet.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif