Ekspor CPO Turun, Ekspor Malaysia Ikut Ambruk
Sawit. MI/GINO F HADI.
Kuala Lumpur: Ekspor Malaysia turun 0,3 persen secara year on yar menjadi 81,81 miliar ringgit (USD19,73 miliar) pada Agustus. Penurunan ekspor karena ekspor barang pertanian merosot sementara pengiriman barang-barang manufaktur stagnan.

Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) dikutip dari Xinhua, Minggu, 7 Oktober 2018 mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa impor Malaysia pada Agustus melonjak 11,2 persen tahun ke tahun atau mencapai 80,2 miliar ringgit sehingga surplus perdagangan menjadi 1,61 miliar ringgit.

Total perdagangan Malaysia pada bulan Agustus naik 5,1 persen tahun ke tahun menjadi 162,01 miliar ringgit. Kenaikan ini didukung oleh ekspansi perdagangan mitra dagang utama, yaitu Tiongkok, Arab Saudi, Korea, ASEAN, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Pada basis bulan ke bulan, impor tumbuh tiga persen sementara total perdagangan, ekspor dan surplus perdagangan mengalami kontraksi masing-masing 1,2 persen, lima persen, dan 80,7 persen.

Selama delapan bulan pertama, total perdagangan naik enam persen tahun-ke-tahun menjadi 1.231 triliun ringgit, ekspor naik 6,3 persen menjadi 650,56 miliar ringgit; Impor tumbuh 5,6 persen menjadi 580,11 miliar ringgit. Surplus perdagangan untuk delapan bulan tahun ini naik 11,9 persen menjadi 70,45 miliar.

Untuk Agustus, ekspor barang manufaktur membukukan pertumbuhan tahunan sebesar 1,8 persen, terutama didorong oleh ekspor yang lebih tinggi dari produk listrik dan elektronik (E & E), bahan kimia dan produk kimia, produk besi dan baja serta peralatan optik dan ilmiah.

Ekspor barang pertambangan melonjak 5,5 persen, didorong oleh nilai dan volume minyak mentah yang lebih tinggi. Namun demikian, ekspor barang pertanian jatuh  hingga 20,8 persen, disebabkan rendahnya ekspor produk pertanian kelapa sawit dan berbasis minyak sawit.

Sementara itu, perdagangan Malaysia dengan Tiongkok meningkat 13,7 persen tahun-ke-tahun menjadi 28,7 miliar ringgit.

Ekspor ke TIongkok tumbuh 4,5 persen menjadi 11,83 miliar ringgit, karena ekspor yang lebih tinggi dari bahan kimia dan produk kimia, Liquefied Natural Gas, produk E & E, minyak mentah dan peralatan optik dan ilmiah. Impor dari negara itu melonjak 21,1 persen menjadi 16,87 miliar ringgit.

Perdagangan dengan Tiongkok dalam 8 bulan pertama melonjak 9,6 persen menjadi 206,19 miliar ringgit. Ekspor Malayasia ke Tiongkok naik 11 persen menjadi 89,31 miliar ringgit, sementara impor dari negara itu tumbuh 8,5 persen.

MIDF Research merevisi pertumbuhan ekspor setahun penuh Malaysia menjadi 7,3 persen, karena efek dasar yang lebih tinggi dan tanda-tanda pelonggaran indikator global utama.

Lembaga riset memperkirakan pertumbuhan ekspor melambat dari 18,9 persen pada 2017. Kinerja ekspor produk-produk utama terlihat suram di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan terhadap tarif impor yang dikenakan oleh Indonesia dan India untuk melindungi kejatuhan mata uang mereka terhadap dolar AS.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id