Ekonomi Tiongkok Mulai Melemah Usai Pertumbuhan Investasi Capai Titik Terendah
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Beijing: Perekonomian Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda baru pelemahan usai data menunjukkan laju investasi melambat ke rekor terendah, sementara belanja ritel dan produksi industri tetap stabil. Beijing menghadapi tindakan penyeimbangan yang rumit karena bertujuan mengalihkan penggerak pertumbuhannya dari investasi dan ekspor ke konsumsi pribadi.

Sementara di sisi lain, Tiongkok sedang berjuang melawan segunung utang. Sengketa perdagangan kian meluas dengan tujuan ekspor utama Amerika Serikat telah tertekan dan mengirim pasar saham domestik jatuh ke posisi terendah yang tidak terlihat sejak keruntuhan di 2016.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif yang lebih tinggi pada setiap produk Tiongkok yang masuk ke AS, meski putaran pembicaraan tingkat tinggi untuk membahas kembali masalah perdagangan akan segera terjadi. Adapun Trump melemparkan angin segar pada harapan untuk negosiasi tersebut.

"Kami tidak berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Tiongkok, tapi mereka berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan kami. Pasar kita sedang melonjak, mereka ambruk. Jika kita bertemu, kita bertemu?," kata Trump dalam cuitannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 September 2018.

Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS), yang merilis data baru mengatakan, konflik perdagangan memiliki efek terbatas pada data ekonomi sejauh ini. Akan tetapi, Juru Bicara NBS Mao Shengyong mengatakan, memiliki dampak pasti dari perspektif kedua negara dan rakyat masing-masing di antara kedua negara terkait sengketa perdagangan.



"Proteksionisme dalam perdagangan telah membayangi pemulihan ekonomi dunia," kata Mao.

Investasi aset tetap, penggerak ekonomi utama untuk Tiongkok, hanya tumbuh 5,3 persen pada periode Januari-Agustus dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kondisi itu lebih lambat dibandingkan dengan angka 5,5 persen pada Januari-Juli, yang merupakan level terendah dalam catatan.

Kabinet Tiongkok mengindikasikan akan meningkatkan dukungan untuk ekonomi dan mempercepat persetujuan proyek infrastruktur dalam beberapa bulan mendatang. Namun, para ahli tidak mengharapkan langkah-langkah tersebut bisa memberikan efek signifikan sampai tahun depan.

Hasil produksi di pabrik dan bengkel naik 6,1 persen pada Agustus atau lebih rendah dibandingkan dengan 6,0 persen pada Juli, menurut NBS. Penjualan ritel meningkat 9,0 persen untuk bulan ini atau lebih tinggi dibandingkan dengan 8,8 persen pada Juli dan melampaui perkiraan 8,8 persen.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id