Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP
Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP

Harga Minyak Dunia Bervariasi Jelang Pertemuan OPEC

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 04 Desember 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia berakhir bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para para pedagang menunggu pertemuan produsen minyak utama dunia untuk melihat langkah mereka selanjutnya pada pengurangan produksi. Pertemuan itu menjadi penting karena berkaitan dengan sikap kebijakan dari sisi produksi minyak.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 4 Desember 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 14 sen menjadi USD56,10 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari turun 10 sen menjadi USD60,82 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dijadwalkan Kamis, sementara kelompok OPEC+ yang lebih luas dijadwalkan bertemu pada Jumat. Pelaku pasar dan analis berspekulasi bahwa produsen cenderung menjaga atau memperdalam pembatasan produksi saat ini untuk mendukung harga minyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor memantau perkembangan terbaru masalah perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagang utamanya. Adapun AS kembali berulah dengan menyerukan perang dagang terhadap sejumlah mitra dagang utamanya.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 280,23 poin atau 1,01 persen menjadi 27.502,81. Sementara S&P 500 turun sebanyak 20,67 poin atau 0,66 persen menjadi 3.093,20. Indeks Komposit Nasdaq turun 47,34 poin atau 0,55 persen menjadi 8.520,64.
 
Sebagian besar dari 30 komponen Dow diperdagangkan di wilayah merah, dengan Intel dan Dow masing-masing turun 2,76 persen dan 2,52 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor energi kehilangan 1,55 persen, menjadi pecundang terbesar.
 
Presiden AS Donald Trump kembali melepaskan tembakan untuk menggelorakan perang dagang. Namun kali ini bukan dengan Tiongkok, negara yang juga masih terlibat perang dagang dengan AS dalam dua tahun terakhir. Pada Senin, 2 Desember Trump memulai perang dagang dengan dua kawasan sekaligus, yakni Amerika Latin dan Eropa.
 
Trump mengumumkan pemberlakuan kembali tarif pada baja dan aluminium Brasil serta Argentina. Trump menuduh kedua negara tersebut telah mendevaluasi mata uangnya secara besar-besaran sehingga merugikan daya saing petani Amerika Serikat. Trump juga mengancam segera mengenakan tarif hingga 100 persen atas barang-barang Prancis senilai USD2,4 miliar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif