Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Banyak Perusahaan AS Melarikan Investasi ke Asia Tenggara

Ekonomi tiongkok
Arif Wicaksono • 21 Juli 2019 16:44
Beijing: Perang dagang menyebabkan banyak negara melarikan investasinya dari Tiongkok. Banyak perusahaan itu yang memilih merelokasi pabriknya ke negara di Kawasan Asia Tenggara untuk menghindari beban produksi yang besar karena tarif impor.
 
Berdasarkan laporan dari Nikkei Asian Review, Google, Nintendo, Dell dan beberapa perusahaan lainnya dengan jumlah 50 perusahaan memilih memindahkan pabriknya ke Kawasan Asia Tenggara.
 
Nintendo yang kerap membuat konsol game dengan merek Nintendo Switch memindahkan basis produksinya ke Vietnam. Google memindahkan basis motherboard cloud dan produksi rumah pintarnya ke Taiwan dan Malaysia. Hewlett Packard dan Dell juga berencana memindahkan investasinya ke Asia Tenggara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenyataan ini karena permintaan barang perusahaan AS yang berbasis di Tiongkok turun 13 persen pada Semester pertama 2019. Sementara permintaan perusahaan AS di Asia Tenggara naik 34 persen.
 
Apple dikabarkan akan memangkas 15 hingga 30 persen dari biaya produksinya ketika keluar dari Tiongkok. Keputusan Apple ini bukan karena perang dagang semata, tetapi karena ada kepentingan jangka panjang bagi Apple.
 
"Pertumbuhan penduduk yang rendah, tingginya tenaga kerja dan risiko menaruh investasi dalam satu negara," kata perwakilan Apple.
 
Apple juga akan memindahkan basis iPhonenya ke India dan Vietnam. Apple dikabarkan akan memulai produksi perdana untuk AirPods di Vietnam, sebagai basis utama untuk produksi massal.
 
Keluarnya produsen dari AS karena perang dagang ini membuat ekonomi Tiongkok tumbuh terendah selama 27 tahun terakhir. Perwaklian dari Badan Pusat Statistik Tiongkok Mao Shengyong mengatakan ketidakseimbangan dan rendahnya pertumbuhan masih akut, ekonomi masih mengalami tekanan.
 
Lambatnya perekonomian Tiongkok memengaruhi perdagangan global. WEF memprediksi bahwa perang dagang bisa mengurangi PDB global sebesar 0,7 persen dari 2,8 persen di 2019. Kepala ekonom Morgan Stanley mengatakan bahwa perang dagang akan menimbulkan resesi selama setahun.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif