Ilustrasi. FOTO: PBS
Ilustrasi. FOTO: PBS

Bursa Saham AS Bervariasi

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 15 November 2019 07:12
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna data ekonomi utama serta laporan pendapatan perusahaan terbaru. Di sisi lain, negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok kembali mengalami kebuntuan yang memicu ketidakpastian hadir lagi.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 15 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 1,63 poin atau 0,01 persen menjadi 27.781,96. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 2,59 poin atau 0,08 persen menjadi 3.096,63. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,08 poin, atau 0,04 persen, menjadi 8.479,02.
 
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran mingguan mencapai 225.000 minggu lalu, naik 14.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Dalam berita perusahaan, Cisco mengeluarkan panduan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan untuk kuartal kedua fiskal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sahamnya turun lebih dari tujuh persen setelah perusahaan mengatakan mereka memperkirakan 75 sen menjadi 77 sen dalam laba per saham Non-GAAP, dan penurunan pendapatan tahunan dari tiga persen menjadi lima persen pada kuartal kedua fiskal.
 
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik kebijakan moneter Federal Reserve. Trump mengatakan keraguan bank sentral AS dalam menurunkan suku bunga acuan membatasi pertumbuhan ekonomi Paman Sam dan pergerakan pasar saham.
 
Dalam pidato yang disampaikan di Economic Club of New York, Trump menekankan bahwa ekonomi AS tetap kuat, mengutip data pasar tenaga kerja yang membaik. Dia mengatakan pemerintahannya telah memenuhi janjinya dan melampaui ekspektasi dari sisi perekonomian.
 
Hal itu terlepas dari jumlah rekor penaikan suku bunga acuan dan pengetatan kuantitatif oleh Federal Reserve sejak dia memenangkan pemilihan Presiden. "Delapan peningkatan (suku bunga) secara total dan menurut saya terlalu cepat serta terlalu lambat," kata Trump.
 
Trump mencatat bahwa sejak pemilihannya S&P 500 telah meningkat lebih dari 45 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat lebih dari 50 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 60 persen. "Jika kami memiliki Federal Reserve yang bekerja dengan kami, Anda bisa menambahkan 25 persen ke masing-masing angka itu, saya jamin itu," kata Trump.
 
Lebih lanjut, ia menilai, tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi menempatkan Amerika Serikat pada kerugian kompetitif dibandingkan dengan seluruh dunia, terutama negara-negara yang telah memperkenalkan suku bunga negatif.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif