Perang Dagang Rugikan Ekonomi Asia
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Dampak perang dagang ikut menyeret rantai pasok dunia dan merugikan banyak negara di Asia.

Para ahli mengatakan perang dagang berpotensi menurunkan permintaan domestik Tiongkok terhadap barang-barang dari negara Asia lainnya. Kepala Ekonom Asia di Oxford Economics Louis Kuijs mengatakan konsumsi Tiongkok menjadi hal penting untuk negara di sekitarnya. 

"Untuk sebagian besar ekonomi Asia, ekspor untuk memenuhi permintaan domestik Tiongkok telah meningkat jauh lebih cepat daripada ekspor tidak langsung melalui rantai pasokan, dengan yang sebelumnya sekarang melebihi yang terakhir," kata Kuijs dalam laporannya seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 10 November 2018.

Kuijs mengatakan konsumsi domestik Tiongkok memainkan peran kunci. Dia bilang Tiongkok memegang peranan atau jumlah yang sangat signifikan dalam kegiatan ekspor di Asia. Sehingga apabila terdapat dampaknya pada Tiongkok maka tidak dapat dihindari oleh negara-negara Asia lainnya.

"Bagaimanapun, mengingat signifikansi dampaknya terhadap sebagian besar atau seluruh ekonomi Asia, perang perdagangan AS-Tiongkok kemungkinan akan tetap negatif untuk kawasan itu selama dua tahun mendatang," kata Kuijs.

Citi dalam laporan baru-baru ini menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok bersama dengan penguatan dolar AS dan tekanan pada perdagangan global membentuk tiga risiko besar terhadap prospek pertumbuhan untuk pasar negara berkembang. Dia bilang kebijakan yang dilakukan Tiongkok pun tidak akan banyak membantu.

"Bahkan jika langkah-langkah stimulatif baru-baru ini meningkatkan prospek untuk Tiongkok kami menduga ini menempatkan di bawah sisa (pasar negara berkembang) akan kurang kuat daripada yang pernah terjadi secara historis," kata bank AS, tanpa menentukan daerah.

Namun, tidak semua ekonom melihat situasinya negatif. Steven Friedman dan Chi Lo, keduanya ekonom senior di BNP Paribas Asset Management. Mereka mengatakan dampak perang dagang terhadap pasar negara berkembang dapat berakhir dengan dorongan dari kombinasi stimulus domestik Beijing dan AS yang menggeser pembeliannya untuk menebus lebih sedikit transaksi dengan Tiongkok.

"Pengalihan perdagangan gabungan dan efek permintaan Tiongkok akan membantu mengimbangi beberapa kerusakan jaminan di wilayah yang akan dibawa oleh konflik perdagangan Tiongkok-AS," kata mereka.



(SCI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id