Minyak Jatuh, Rusia Isyaratkan Produksi Tetap Tinggi
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak dunia sedikit melemah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan kontrak berjangka di jalur kinerja bulanan terburuk sejak pertengahan 2016. Kondisi itu setelah Rusia mengisyaratkan bahwa produksi akan tetap tinggi dan ketika kekhawatiran atas ekonomi global memicu kecemasan tentang permintaan minyak mentah.

Mengutip Antara, Selasa, 30 Oktober 2018, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD0,28 menjadi menetap pada USD77,34 per barel di London ICE Futures Exchange LCOc1 berjangka turun 28 sen menjadi USD77,34 per barel.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD0,55 menjadi ditutup pada USD67,04 per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan global Brent berada di jalur untuk turun sekitar 6,6 persen pada bulan ini. Minyak mentah AS berada di jalur turun sekitar 8,5 persen. Keduanya diperkirakan akan mencatat penurunan bulanan paling curam sejak Juli 2016.



Sekalipun ada sanksi-sanksi AS terhadap ekspor Iran yang mulai berlaku pada 4 November, harga minyak telah jatuh sekitar USD10 per barel sejak tingkat tertinggi empat tahun yang dicapai pada awal Oktober.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan tidak ada alasan bagi Rusia untuk membekukan atau memangkas tingkat produksi minyaknya, mencatat bahwa ada risiko-risiko bahwa pasar minyak global dapat menghadapi defisit.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi dan anggota non-OPEC Rusia, sepakat pada Juni untuk meningkatkan pasokan minyak, tetapi OPEC kemudian mengisyaratkan pekan lalu bahwa mungkin harus menerapkan kembali pemangkasan produksi karena persediaan global meningkat.

"Ketika Rusia mulai berbicara tentang menjaga tingkat produksi tinggi dan bahkan kemungkinan bahwa mereka perlu meningkatkannya karena kemungkinan pasokan yang ketat, itu membawa beberapa tekanan jual," kata Direktur Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id