Minyak Dunia Terhempas ke Area Negatif
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)
New York: Harga minyak dunia memperpanjang kerugian pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena OPEC mengakhiri pertemuan yang banyak ditunggu tanpa keputusan tentang potensi tingkat pemangkasan produksi.

Mengutip Antara, Jumat, 7 Desember 2018, kartel minyak yang dipimpin Saudi dan sekutunya mengadakan pertemuan di kantor pusatnya di Wina, Austria, untuk bersusah payah mengatasi jatuhnya harga minyak, di tengah harapan pasar yang luas bahwa mereka akan mencapai kesepakatan pengurangan produksi minyak.

OPEC dilaporkan setuju untuk memangkas produksi, tetapi tidak ada rincian khusus tentang berapa banyak minyak yang akan ditariknya dari pasar. Kelompok beranggotakan 15 negara itu akan mengadakan pembicaraan dengan sekutu-sekutunya termasuk Rusia pada Jumat waktu setempat.

Menambah dampak negatif, Amerika Serikat membukukan kenaikan dramatis dalam ekspor minyak mentahnya menjadi lebih dari 3,2 juta barel per hari pekan lalu, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS pada Kamis 6 Desember.

Tingkat ekspor tersebut melebihi tingkat impor, menjadikan  produsen minyak utama dunia itu sebagai eksportir bersih untuk pertama kalinya dalam 75 tahun. Meskipun persediaan minyak mentah AS turun menjadi 443,2 juta barel dalam seminggu yang berakhir 30 November, jumlahnya masih sekitar 6,00 persen di atas rata-rata lima tahun, kata laporan itu.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari turun USD1,4 menjadi menetap di USD51,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun USD1,5 menjadi ditutup pada USD60,06 per barel di London ICE Futures Exchange.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id