Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)

Tiongkok Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5% di 2019

Ekonomi ekonomi china tiongkok
05 Maret 2019 14:01
Beijing: Menurut laporan kerja pemerintah yang tersedia untuk media massa menjelang sesi legislatif tahunan terungkap bahwa Tiongkok telah menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada angka 6-6,5 persen untuk 2019. Berbagai macam upaya siap dijalankan guna mencapai target dimaksud.
 
Mengutip Antara, Selasa, 5 Maret 2019, Tiongkok bertujuan untuk mempertahankan tingkat inflasi konsumen sekitar tiga persen dan menciptakan lebih dari 11 juta pekerjaan baru perkotaan. Tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei diproyeksikan akan tetap sekitar 5,5 persen.
 
Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan, menurut laporan yang akan disampaikan di sesi kedua Kongres Rakyat Nasional ke-13, badan legislatif nasional Tiongkok, tercatat 4,5 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Target yang diproyeksikan di atas ambisius tetapi realistis --mereka mewakili tujuan kami meningkatkan pembangunan berkualitas tinggi, sesuai dengan realitas pembangunan Tiongkok saat ini, dan selaras dengan tujuan menyelesaikan pembangunan masyarakat yang cukup makmur di semua aspek," kata laporan itu.
 
Sebelumnya, Ekonom Morgan Stanley Robin Xing mengatakan Tiongkok akan memiliki ruang yang lebih besar untuk penyesuaian countercyclical guna menstabilkan ekonomi. Hal itu karena ada faktor yang lebih menguntungkan di dalam dan luar negeri.
 
Adapun countercyclical adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga untuk mengantisipasi kerugian apabila terjadi pertumbuhan kredit dan/atau pembiayaan perbankan yang berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
 
"Dari perspektif global bank sentral telah mulai mengambil sikap moneter yang lebih dovish, khususnya Federal Reserve AS menjadi lebih berhati-hati dan sabar tentang penaikan suku bunga acuan yang memberikan lebih banyak kelonggaran bagi kebijakan pasar negara berkembang termasuk Tiongkok," kata Xing.
 
Keadaan eksternal untuk perdagangan luar negeri Tiongkok diperkirakan akan membaik, lanjutnya, dan mata uang yuan Tiongkok telah terapresiasi terhadap sekeranjang mata uang seraya memperkirakan yuan akan melanjutkan tren kuat pada 2019 dan 2020.
 
"Di dalam negeri, inflasi tetap jinak, yang berarti banyak ruang untuk langkah-langkah moneter," pungkas Xing.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif