Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pabrik di Tiongkok Mulai Buka, Indeks Asia Merekah

Ekonomi Virus Korona bursa saham asia
Nia Deviyana • 11 Februari 2020 11:32
Shanghai: Saham di Asia Pasifik sebagian besar lebih tinggi pada perdagangan Selasa, seiring investor terus menimbang dampak ekonomi dari wabah virus korona yang telah merenggut lebih dari 1.000 jiwa.
 
Melansir CNBC International, Selasa, 11 Februari 2020, saham Tiongkok Daratan bervariasi pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai naik 0,48 persen, sedangkan komponen Shenzhen tergelincir 0,23 persen. Komposit Shenzhen juga turun 0,357 persen.
 
Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,14 persen ditopang saham raksasa teknologi Tiongkok, Tencent, yang melonjak 1,95 persen. Saham perusahaan mobil Geely melonjak lebih dari enam persen setelah perusahaan tersebut mengumumkan sedang dalam pembicaraan untuk memperkuat hubungannya dengan Volvo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kospi Korea Selatan naik sekitar 1,13 persen pada perdagangan pagi, dengan saham LG Chem melonjak sekitar 8 persen.
 
S & P/ASX 200 di Australia diperdagangkan 0,74 persen lebih tinggi meskipun saham perusahaan perangkat medis, Cochlear, turun lebih dari dua persen setelah mengurangi prospek tahun fiskal 2020 akibat dampak wabah korona di Tiongkok, salah satu pasar utama perusahaan tersebut.
 
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang melonjak 0,82 persen. Pasar di Jepang tutup pada hari Selasa untuk liburan.
 
Kepala ekonom di Commonwealth Bank of Australia Richard Grace mengatakan, investor terus mengamati perkembangan wabah virus korona meski ketidakpastian hampir berakhir dengan dibukanya pabrik-pabrik di Tiongkok
 
"Dengan ekonomi Tiongkok menyumbang sekitar 17 persen terhadap PDB dunia, dan memperhitungkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global, risiko penurunan ke pertumbuhan global sangat jelas," kata Grace.
 
Tak hanya PDB Tiongkok, kata Grace, PDB Amerika Serikat (AS) juga bisa terkena imbasnya. Survei CNBC dari 11 analis selama akhir pekan menemukan estimasi PDB kuartal pertama 2020 rata-rata hanya 1,2 persen, turun hampir satu poin dari kuartal IV 2019. Ekonom melihat kenaikan kembali ke pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua, tergantung pada tingkat keparahan virus di Tiongkok dan negara lainnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif