Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

IMF Perkirakan Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,7% di 2018

Ekonomi imf malaysia
15 Desember 2018 14:02
Kuala Lumpur: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Malaysia tumbuh 4,7 persen pada 2018 dan dari 4,5 persen menjadi lima persen pada 2019. IMF menyebut kondisi itu terjadi lantaran didukung oleh permintaan domestik.

Nada Choueiri, yang memimpin tim IMF ke Malaysia untuk Konsultasi Pasal IV 2019, menyimpulkan dalam sebuah pernyataan setelah selesainya kunjungan bahwa ekonomi Malaysia telah menunjukkan ketahanan dalam beberapa tahun terakhir dan terus berkinerja baik.

"Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil adalah moderat sesuai dengan harapan dan diproyeksikan sebesar 4,7 persen untuk 2018, didorong oleh permintaan domestik. Inflasi utama menurun dan diperkirakan rata-rata sekitar 1,1 persen di tahun ini," katanya, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 15 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia menambahkan pertumbuhan kredit di Malaysia telah pulih baru-baru ini, dan arus keluar modal telah dikelola secara baik. Namun, surplus transaksi berjalan diproyeksikan menurun menjadi 2,1 persen dari PDB. Kondisi ini harus diperhatikan dan perlu ada upaya untuk meningkatkan kembali di masa mendatang. Sementara itu, ketegangan perdagangan diperkirakan berdampak buruk secara keseluruhan terhadap pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun depan. Akan tetapi, pertumbuhan PDB riil diproyeksikan sebesar 4,5 hingga 5,0 persen, dengan permintaan domestik tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Inflasi harus rata-rata 2,2 persen, karena efek penghapusan pajak barang dan jasa (GST) menghilang, menurut pernyataan itu. Choueiri menambahkan risiko terhadap prospek pertumbuhan adalah sisi negatifnya. Di sisi eksternal, Malaysia rentan terhadap meningkatnya proteksionisme, dan pengetatan tajam kondisi keuangan global.

"Selain itu, sisi negatifnya adalah pertumbuhan yang lebih lemah dari yang diperkirakan pada mitra perdagangan," pungkas Choueiri.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi