Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Investasi Langsung Tiongkok Tercatat Stabil di Januari-Februari

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 23 Maret 2019 17:03
Beijing: Kementerian Perdagangan Tiongkok atau Ministry of Commerce (MOC) mencatat investasi langsung keluar non-finansial Tiongkok (ODI) di 1.416 perusahaan di luar negeri di 138 negara dan wilayah mencapai USD15,66 miliar dalam dua bulan pertama di 2019.
 
"Volume bisnis dalam proyek yang dikontrak di luar negeri selama dua bulan pertama mencapai USD17,63 miliar dan nilai kontrak baru yang ditandatangani mencapai USD22,98 miliar," kata Juru Bicara MOC Gao Feng, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 23 Maret 2019.
 
ODI non-finansial Tiongkok di 48 negara yang berpartisipasi dalam Belt and Road Initiative naik tujuh persen secara tahun ke tahun (YoY) menjadi USD2,3 miliar selama periode tersebut. Dalam dua bulan pertama, perusahaan-perusahaan Tiongkok menyelesaikan 45 proyek merger dan akuisisi lintas batas di 22 negara dan wilayah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian besar di sektor manufaktur, keuangan, penyewaan dan layanan bisnis," kata Gao.
 
Gao menambahkan struktur investasi keluar terus membaik, dengan investasi terutama masuk ke sektor leasing dan layanan bisnis, manufaktur, ritel dan grosir. Kecenderungan irasional dalam investasi keluar telah diatasi, menurut MOC. Tidak ada proyek baru yang dilaporkan dalam properti, olahraga, atau hiburan selama periode tersebut.
 
Sebelumnya, Undang-Undang investasi asing Tiongkok yang baru disahkan akan menguntungkan investor dan perusahaan asing, serta membantu meningkatkan iklim bisnis di negara-negara Asia. Badan legislatif Tiongkok telah mengeluarkan undang-undang investasi asing pada pertemuan penutupan sesi tahunannya. Undang-undang ini berlaku efektif pada 1 Januari 2020.
 
"Beijing akan memperkenalkan serangkaian peraturan dan dokumen sesuai dengan undang-undang investasi asing untuk melindungi dengan lebih baik hak dan kepentingan investor asing," kata Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.
 
Mario Ohoven Presiden Asosiasi Jerman untuk Usaha Kecil dan Menengah menjelaskan Undang-undang baru ini jelas menjadi pertanda baik bagi investor asing, terutama dalam hal akses pasar dan perlakuan yang sama.
 
"Undang-undang itu akan membantu menciptakan kondisi yang jauh lebih baik bagi investor asing dan membantu mereka merencanakan pengembalian investasi jangka panjang di Tiongkon," kata Ohoven kepada Xinhua.
 
Demikian pula, Sudheendra Kulkarni, seorang pakar India tentang Tiongkok, mengatakan undang-undang itu harus disambut oleh semua orang karena menunjukkan komitmen Beijing untuk melanjutkan kebijakan reformasi dan membuka diri dengan semangat yang lebih besar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif