Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Emas Dunia Terus Berkilau

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
10 Januari 2019 07:32
Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), ditopang melemahnya dolar Amerika Serikat (USD), ketika pasar mempertimbangkan pernyataan dari pejabat-pejabat Federal Reserve untuk petunjuk tentang laju kenaikan suku bunga pada 2019.

Mengutip Antara, Kamis, 10 Januari 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik sebanyak USD6,10 atau 0,47 persen menjadi menetap pada USD1.292,00 per ons. Indeks USD, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,66 persen menjadi 95,29 pada pukul 18.15 GMT.

Harga emas memperpanjang kenaikannya dalam perdagangan elektronik, karena risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember mengungkapkan bahwa beberapa anggota the Fed ingin mempertahankan kebijakan stabil pada Desember.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD melemah maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 2,20 sen AS atau 0,14 persen, menjadi USD15,735 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD3,50 atau 0,43 persen menjadi ditutup pada USD825,30 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 91,67 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 23.879,12 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,55 poin atau 0,41 persen, menjadi ditutup di 2.584,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 60,08 poin atau 0,87 persen, menjadi berakhir di 6.957,08 poin.

Pejabat-pejabat the Fed mengakui bahwa jalur kebijakan ke depan kurang jelas setelah menyetujui penaikan suku bunga pada pertemuan terakhir mereka. Risalah menunjukkan penaikan suku bunga datang dengan keengganan dari beberapa anggota yang berpikir kurangnya tekanan inflasi sebagai alasan terhadap penaikan suku bunga lagi.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi