Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Dolar AS Terus Berjaya

Ekonomi dolar as
26 April 2019 07:48
New York: Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi positif dan menunggu rilis data produk domestik bruto AS untuk kuartal pertama 2019 pada Jumat waktu setempat.
 
Mengutip Antara, Jumat, 26 April 2019, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04 persen menjadi 98,2051 pada akhir perdagangan.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1128 dolar AS dari 1,1142 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2893 dolar AS dari 1,2905 dolar AS pada sesi sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dolar Australia naik menjadi 0,7010 dolar AS dari 0,7005 dolar AS. Dolar AS dibeli 111,61 yen Jepang, lebih rendah dari 112,34 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0210 franc Swiss dari 1,0216 franc Swiss, dan melemah menjadi 1,3487 dolar Kanada dari 1,3492 dolar Kanada.
 
Adapun dalam pekan yang berakhir 20 April, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat sebanyak 230 ribu atau meningkat 37 ribu dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.
 
Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pasar. Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang modal buatan AS meningkat 2,7 persen pada Maret menjadi USD258,5 miliar, kata Departemen Perdagangan.
 
Angka itu dengan mudah melampaui konsensus pasar. Data tersebut menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang tahan lama AS meningkat paling banyak dalam delapan bulan. Itu mengikuti data AS terbaru lainnya yang menunjukkan kekuatan dalam penjualan ritel dan ekspor, yang telah meredakan kekhawatiran ekonomi AS melambat tajam, kata para analis.
 
"Peningkatan kuat dalam pesanan barang modal yang mendasari pada Maret, bersama dengan penjualan ritel yang lebih kuat bulan lalu, menunjukkan ekonomi membawa momentum sedikit lebih ke kuartal kedua," tutur Michael Pearce, ekonom senior AS di Capital Economics, dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.
 
"Secara keseluruhan dolar mendapat manfaat dari data domestik yang kuat, data yang lemah di luar negeri, serta serangkaian pertemuan bank sentral yang dovish," tambah Wakil Presiden Bidang Transaksi dan Perdagangan Tempus Inc John Doyle di Washington.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif