Harga Minyak Mentah Terjebak Situasi Geopolitik
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Situasi geopolitik yang semakin tegang di Timur Tengah, ditambah sanksi yang segera diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, menjadi dua faktor yang mungkin mengangkat harga minyak menjelang akhir tahun ini.

"Sejumlah faktor geopolitik sangat mungkin menciptakan ketidakpastian mengenai prospek pasokan minyak global sehingga memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya kesulitan pasokan," tutur Research Analyst FXTM Lukman Otunuga dalam hasil risetnya, Selasa, 16 Oktober 2018.

Apabila situasi hilangnya wartawan Saudi semakin memburuk dan Presiden AS Donald Trump akhirnya memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Arab Saudi, maka harga minyak dapat melonjak drastis.

"Peningkatan agresif ini berdasarkan potensi bahwa Arab Saudi akan membalas dengan mengurangi pasokan minyak, pada saat AS akan memberlakukan sanksi terhadap ekspor Iran," tambahnya.

Keadaan pasar dan perkembangan geopolitik saat ini cenderung mendukung kenaikan harga minyak, namun ketegangan dagang global dapat menjadi hambatan. Situasi dagang yang semakin tegang dapat menjadi ancaman besar terhadap pertumbuhan dan stabilitas global.

Selain itu jika perang dagang benar-benar terjadi, ujar dia, pertumbuhan global dapat merosot dan permintaan minyak mentah pun menurun.

Melansir Xinhua, Selasa, 16 Oktober 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD0,44 ke USD71,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah 0,35 dolar menjadi USD80,78 per barel di London ICE Futures Exchange.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id