Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Yuan Tiongkok Libas Dolar AS

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Antara • 06 November 2019 13:00
Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS) mengungkapkan kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok, renminbi atau yuan, menguat sebanyak 305 basis poin menjadi 7,0080 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu, setelah sehari sebelumnya melemah tiga basis poin.
 
Mengutip Antara, Rabu, 6 November 2019, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik turun dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melonjak pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena selera risiko investor didorong oleh harapan tentang peningkatan prospek perdagangan global. Meski demikian, perang dagang yang sedang terjadi tetap menjadi perhatian karena memberikan efek negatif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,44 persen menjadi 97,9846 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1063 dari USD1,1127 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2880 dari USD1,2879 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6890 dibandingkan dengan USD0,6880. Dolar dibeli 109,22 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9933 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9880 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3158 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3150 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mencatat ekonomi Paman Sam hanya tumbuh 1,9 persen pada kuartal III-2019. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dua persen pada kuartal II di tahun ini.
 
"Pertumbuhan yang lebih lambat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal ketiga mencerminkan perlambatan dalam pengeluaran konsumsi pribadi dan pengeluaran pemerintah, serta penurunan yang lebih besar dalam investasi tetap non-perumahan," ungkap Departemen Perdagangan AS.
 
Pengeluaran konsumsi pribadi, yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekonomi AS secara keseluruhan, tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,9 persen pada kuartal ketiga. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan laju pertumbuhan 4,6 persen pada kuartal kedua.
 
Investasi tetap non-perumahan, ukuran pengeluaran perusahaan untuk struktur dan peralatan, turun pada tingkat tahunan tiga persen pada kuartal ketiga, mengikuti kontraksi satu persen pada kuartal sebelumnya. Ekspor bersih berkurang 0,08 poin dari pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga setelah memotong 0,68 poin pada kuartal sebelumnya.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif