Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Dolar AS Kehilangan Kekuatan

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2019 09:32
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) jatuh pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena Federal Reserve AS memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan setelah melakukan pertemuan kebijakan dua hari yang dipantau secara luas, menandai penurunan suku bunga ketiga kalinya di tahun ini.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 31 Oktober 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05 persen menjadi 97,6470 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1124 dari USD1,1110 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2887 dari USD1,2861 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik hingga USD0,6876 dibandingkan dengan USD0,6865. Dolar AS membeli 108,94 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,81 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9904 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9937 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3174 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3088 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat terpantau menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, persoalan perang dagang antara Washington dengan Beijing masih memberikan beban tersendiri terhadap pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 115,27 poin atau 0,43 persen menjadi 27.186,69. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 9,88 poin atau 0,33 persen menjadi 3.046,77. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,12 poin atau 0,33 persen menjadi 8.303,98.
 
Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, penurunan suku bunga ketiga kalinya di tahun ini. The Fed berharap kebijakan moneter yang diambil ini bisa memberi stimulus terhadap perekonomian AS.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga menjadi dikisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.
 
"Kami mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi AS tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global dan untuk menyediakan beberapa asuransi terhadap risiko yang sedang berlangsung," kata Ketua Fed Jerome Powell, seraya menyoroti risiko perlambatan pertumbuhan global, perdagangan perkembangan kebijakan, serta tekanan inflasi yang diredam.
 
Meskipun pengeluaran rumah tangga kuat, Powell menjelaskan, investasi bisnis dan ekspor tetap lemah, serta produksi manufaktur telah menurun selama setahun terakhir. "Pertumbuhan yang lambat di luar negeri dan perkembangan perdagangan telah membebani sektor-sektor itu," ungkap Powell.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif