Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bursa Saham AS Bervariasi

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 20 November 2019 07:11
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), terseret oleh penurunan tajam dari saham Home Depot. Di sisi lain, para investor masih memerhatikan keberlanjutan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang sekarang ini kembali mengalami hambatan.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 20 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 102,20 poin atau 0,36 persen menjadi 27.934,02. Sementara S&P 500 turun 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.120,18. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 20,72 poin atau 0,24 persen menjadi 8.570,66.
 
Saham Home Depot ditutup turun 5,44 persen, memimpin penghambat di indeks Dow. Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 mundur pada penutupan, dengan energi turun 1,47 persen, kelompok berkinerja terburuk. Perawatan kesehatan naik 0,65 persen, melampaui sisanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di depan data, perumahan AS mulai meningkat 3,8 persen menjadi 1,314 juta unit pada Oktober, Departemen Perdagangan mengatakan. Ada harapan agar data perumahan AS ini bisa terus membaik di masa-masa mendatang karena bisa menjadi indikator penting terhadap perekonomian AS.
 
Di sisi lain, negosiasi perdagangan berisiko tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali mengalami masalah ketika kedua negara berusaha untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas. Tidak dipungkiri, kondisi tersebut bakal menghilangkan angin segar di pasar keuangan dan pasar saham yang kini perlahan mulai membaik.
 
"AS berusaha untuk mengamankan konsesi yang lebih kuat dari Tiongkok untuk mengatur perlindungan kekayaan intelektual dan guna menghentikan praktik transfer teknologi paksa sebagai imbalan untuk menarik kembali beberapa tarif," mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
 
Kedua belah pihak mengalami kebuntuan meski mereka mengatakan pada prinsipnya memiliki kesepakatan perjanjian kurang dari sebulan yang lalu. The Wall Street Journal pertama kali melaporkan hambatan dalam pembicaraan perdagangan, dengan Tiongkok ragu untuk berkomitmen atas sejumlah produk pertanian tertentu dalam teks kesepakatan potensial.
 
Adapun Tiongkok dilaporkan telah setuju untuk membeli hingga USD50 miliar barang-barang pertanian AS sebagai bagian dari apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase satu, Presiden Donald Trump mengklaim bulan lalu. Sedangkan pasar saham dengan cepat merespons laporan berita tersebut.
 
Sementara kedua negara mencapai gencatan senjata pada bulan lalu dan mulai bekerja untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas yang diperkirakan ditandatangani akhir bulan ini. Tiongkok bersikeras untuk mencabut tarif yang ada sebagai bagian dari kesepakatan itu, tetapi AS telah menunjukkan oposisi terhadap penghapusan tersebut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif