Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Saham Asia Tergelincir Sentimen Korona

Ekonomi Virus Korona bursa saham asia
Nia Deviyana • 10 Februari 2020 11:39
Shanghai: Saham di Asia menurun pada perdagangan Senin pagi, 10 Februari 2020. Hal ini sebagai imbas dari investor yang masih memantau bagaimana wabah virus korona berdampak pada produsen di Tiongkok.
 
Adapun pabrik-pabrik di Tiongkok dijadwalkan kembali beroperasi pada hari ini setelah liburan panjang, meski kemungkinan masih ada yang tutup lebih lama.
 
Melansir CNBC International, Senin, 10 Februari 2020, saham Tiongkok Daratan bervariasi pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai turun 0,3 persen, sementara komponen Shenzhen dan komposit Shenzhen keduanya mengalami kenaikan masing-masing 0,3 persen dan 0,456 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,8 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan itu terjadi setelah rilis data inflasi Tiongkok untuk Januari. Indeks harga produsen Tiongkok naik 0,1 persen pada Januari. Harga konsumen juga naik 5,4 persen secara tahun ke tahun (yoy), lebih tinggi dari kenaikan yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat sebesar 4,9 persen.
 
Di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 0,38 persen pada perdagangan pagi sedangkan indeks Topix turun 0,47 persen. Kospi Korea Selatan juga turun 0,8 persen.
 
Sementara itu, S & P/ASX 200 di Australia turun 0,12 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 0,57 persen lebih rendah.
 

Wabah virus korona yang menutup pabrik-pabrik di Tiongkok bisa memberikan gangguan lebih lanjut pada rantai pasok bagi banyak perusahaan.
 
Karantina dan tindakan lain yang diberlakukan untuk menahan penyebaran wabah dapat terus mengganggu manufaktur elektronik hingga musim liburan 2020, bahkan meski pabrik-pabrik tersebut kembali melakukan produksi penuh, kata pakar manufaktur.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif