Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Tertekan

Ekonomi minyak mentah
Ade Hapsari Lestarini • 22 Februari 2019 08:25
New York: Harga minyak mentah dunia terpantau turun pada perdagangan Kamis waktu setempat.
 
Penurunan ini karena persediaan minyak mentah AS naik tajam pekan lalu, sehingga memicu kekhawatiran tentang kemungkinan pasokan yang melimpah.
 
Melansir Xinhua, Jumat, 22 Februari 2019, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun USD0,20 menjadi USD56,96 per barel di New York Mercantile Exchange.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu untuk harga minyak mentah Brent pengiriman April turun USD0,01 menjadi USD67,07 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Persediaan minyak mentah komersial AS naik 3,7 juta barel dari minggu sebelumnya, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguan terbarunya.
 
Selain itu persediaan minyak mentah AS tercatat sekitar enam persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini menjadi 454,5 juta barel.
 
Di sisi lain, data ekonomi AS mencatat penjualan rumah turun 1,2 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,94 juta unit pada Januari. Ini merupakan level terendah dalam lebih dari tiga tahun, lapor National Association of Realtors.
 
Adapun penurunan pada Januari tersebut terjadi setelah berbulan-bulan ada kelemahan di pasar perumahan AS.
 
Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mencatat pesanan barang tahan lama untuk Desember naik 1,2 persen menjadi USD254,4 miliar. Departemen itu juga mengatakan pesanan barang modal inti turun 0,7 persen.
 
Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, tetapi rata-rata pergerakan empat minggu naik ke level tertinggi lebih dari satu tahun, menunjuk ke pasar tenaga kerja yang melambat.
 
Dalam pekan yang berakhir 16 Februari, angka sebelumnya untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman adalah 216 ribu, menurun 23 ribu dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya sebesar 239 ribu, menurut Departemen Tenaga Kerja.
 
Rata-rata pergerakan selama empat minggu adalah 235.750, naik 4.000 dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 231.750. Ini adalah level tertinggi untuk rata-rata ini sejak 20 Januari 2018 ketika mencapai 237.500.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif