Investor Borong Dolar AS
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berbalik menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Meningkatnya volatilitas atas potensi Brexit menyeret turun euro dan sterling, dan membuat investor mulai meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven termasuk USD, yen, dan franc Swiss.

Mengutip Antara, Rabu, 21 November 2018, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1367 dari USD1,1454 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2784 dari USD1,2855 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7218 dibandingkan dengan USD0,7289.

Sementara itu, USD dibeli 112,72 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 112,54 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9949 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9936 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3314 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3179 dolar Kanada.

Perusahaan-perusahaan Inggris telah dilaporkan mulai menggambar rencana-rencana dalam hal bahwa kesepakatan Uni Eropa-Inggris tentang Brexit gagal dicapai, karena Perdana Menteri Theresa May masih berusaha keras mendapatkan dukungan parlemen untuk rancangan kesepakatan Brexit yang disepakati dengan Brussels pekan lalu.

Gubernur bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) Mark Carney telah memperingatkan bahwa ketidaksepakatan Brexit dapat menenggelamkan ekonomi ke dalam resesi yang tidak terlihat sejak 1730-an.

Di dalam negeri, komentar-komentar bearish dari pejabat Federal Reserve AS tentang ekonomi global meningkatkan permintaan investor atau pelaku pasar terhadap mata uang safe-haven termasuk USD, yen dan franc Swiss. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi AS telah dihadapkan dengan perlambatan pertumbuhan global.

Sementara itu, Wakil Ketua Fed Richard Clarida dan Presiden Fed Dallas Robert Kaplan menyuarakan kekhawatiran atas potensi perlambatan global, menyebabkan spekulasi atas kenaikan suku bunga the Fed keempat yang sebagian besar diperkirakan para investor pada Desember.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id