Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Produksi OPEC Diramal Turun, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 23 Oktober 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia melonjak pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh berita bahwa produsen minyak utama dunia akan mempertimbangkan pengurangan produksi lebih dalam di tengah kekhawatiran permintaan.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 23 Oktober 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD0,85 menjadi di USD54,16 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD0,74 menjadi ditutup pada USD59,70 per barel pada London ICE Futures Exchange.
 
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mempertimbangkan apakah akan memperdalam pemotongan pasokan minyak mentah atau tidak ketika mereka bertemu pada Desember. Hal itu karena kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan yang lemah pada 2020, mengutip sumber-sumber dari klub penghasil minyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga harga minyak agar tidak jatuh. Adapun harga minyak telah ditekan baru-baru ini karena pelaku pasar semakin khawatir atas perlambatan ekonomi global.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mencerna sejumlah laporan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, perang dagang yang masih terjadi antara Washington dan Beijing tetap memberikan tekanan terhadap gerak pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,54 poin atau 0,15 persen menjadi 26.788,10. Sedangkan S&P 500 turun 10,73 poin atau 0,36 persen menjadi 2.995,99. Sementara indeks Komposit Nasdaq menghapus 58,69 poin atau 0,72 persen menjadi 8.104,30.
 
McDonald's pada Selasa membukukan GAAP laba per saham dilusian sebesar USD2,11 dengan pendapatan konsolidasi sebesar USD5,4 miliar. Sedangkan saham raksasa rantai makanan cepat saji anjlok lebih dari lima persen menjadi ditutup pada USD199,27.
 
Procter & Gamble membukukan penghasilan kuartalan yang kuat yang melampaui ekspektasi analis. Laba inti per sahamnya meningkat 22 persen menjadi USD1,37 dan penjualan bersihnya mencapai USD17,8 miliar atau naik tujuh persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif