Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Kebijakan Proteksionisme AS Rusak Aturan Dagang Internasional

Ekonomi perdagangan ekonomi amerika
Ade Hapsari Lestarini • 20 Mei 2019 11:28
Phnom Penh: Para analis di Kamboja mengatakan kebijakan proteksionis Amerika Serikat (AS) telah merusak aturan dan norma perdagangan internasional.
 
Ekonomi dunia, terutama di negara kecil seperti Kamboja, akan menderita karena 'serangan' perdagangan Washington terhadap Tiongkok dan negara-negara lain untuk waktu yang lama, kata Mey Kalyan, ketua Institut Pengembangan Sumber Daya Kamboja.
 
"Bahkan lebih disesalkan bahwa aturan perdagangan internasional dan norma-norma yang telah dibangun banyak negara selama beberapa dekade telah hancur dalam semalam oleh negara Adidaya yang memberi pelajaran kepada negara-negara miskin tentang demokrasi dan hak asasi manusia," katanya kepada Xinhua, Senin, 20 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Asian Vision Institute, Chheang Vannarith,mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa tidak seorang pun akan menang dalam perang dagang, baik AS maupun Tiongkok. Seluruh ekonomi dunia akan terluka jika ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia ini terus meningkat.
 
"AS di bawah pemerintahan Donald Trump menerapkan unilateralisme dan proteksionisme, yang secara serius mengancam multilateralisme. Negara-negara yang percaya pada sistem multilateral yang terbuka dan inklusif harus bersatu melawan unilateralisme," tambah dia kepadaXinhua.
 
Joseph Matthews, seorang profesor senior di Universitas Internasional Beltei di Phnom Penh, mengatakan perang dagang yang diprakarsai Washington saat ini merupakan ancaman terbesar bagi ekonomi global.
 
"Pecundang utama dari perang dagang Trump, tentu saja, akan menjadi konsumen Amerika," seraya menambahkan bahwa kenaikan harga barang-barang dari Tiongkok dan negara-negara lain di AS akan berdampak buruk terhadap grosir dan distributor di AS.
 
Matthews menambahkan, pemerintah AS harus berhenti menyalahgunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk mempromosikan proteksionisme dan unilateralisme di pasar global.
 
"Proteksionisme, di era pasar bebas dan global ini, adalah kanker dan musuh utama ekonomi dunia. Konektivitas, inklusivitas, dan alasan yang bebas, adil, dan bahkan untuk semua pemain dalam ekonomi dunia adalah kunci untuk mengurangi dan pada akhirnya menghilangkan kemiskinan di dunia," jelas dia.
 
Ek Tha, juru bicara Dewan Menteri Kamboja, mengatakan ia adalah pendukung kuat aturan perdagangan multilateral dan bahwa tidak ada yang boleh melanggar aturan perdagangan global.
 
"Itu sebabnya kami memiliki aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memastikan arus perdagangan dan investasi yang bebas secara adil dan aturan WTO harus dihormati dan diterapkan oleh para pemangku kepentingan," katanya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif