Ilustrasi. FOTO: AFP/Leon Nea
Ilustrasi. FOTO: AFP/Leon Nea

Indeks FTSE-100 Inggris Naik 0,75%

Ekonomi bursa saham ekonomi inggris
Antara • 02 November 2019 10:02
London: Saham-saham Inggris ditutup lebih kuat pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik sebanyak 0,75 persen atau 54,04 poin, menjadi 7.302,42 poin.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 2 November 2019, Rio Tinto, perusahaan pertambangan dan logam, melonjak 3,84 persen, peraih keuntungan tertinggi di antara saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan perdagangan dan pertambangan komoditas multinasional Inggris-Swiss Glencore, serta Evraz, yang masing-masing meningkat 3,57 persen dan 3,38 persen.
 
Sementara itu, Auto Trader Group, pasar otomotif digital Inggris, menjadi pemain terburuk di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,20 persen. Disusul oleh saham Hargreaves Lansdown, sebuah perusahaan jasa keuangan, yang berkurang 1,98 persen, serta Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, turun 1,76 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didorong oleh data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, perang dagang yang berkecamuk antara Washington dan Beijing terus memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 301,13 poin atau 1,11 persen menjadi 27.347,36. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 29,35 poin atau 0,97 persen menjadi 3.066,91. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 94,04 poin, atau 1,13 persen, menjadi 8.386,40.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan energi dan industri masing-masing naik sebanyak 2,51 persen dan 2,21 persen, memimpin para pemenang. Namun, sektor real estat dan utilitas mengalami kesulitan untuk berada di zona hijau.
 
Pengusaha Amerika Serikat menambahkan 128 ribu pekerjaan pada Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Angka tersebut melampaui perkiraan dari ekonom yang disurvei oleh MarketWatch. Keuntungan pekerjaan terutama terjadi di layanan makanan dan perusahaan minuman, bantuan sosial, dan kegiatan keuangan, laporan menunjukkan.
 
Dalam manufaktur, pekerjaan di kendaraan bermotor dan bagian menurun, kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS, karena pemogokan enam minggu di General Motors. Tingkat pengangguran naik tipis 0,1 poin menjadi 3,6 persen, setelah mencapai 3,5 persen pada September, terendah sejak Desember 1969, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif