Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Wall Street Menghijau di Tengah Reli Saham Tesla

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 14 Januari 2020 07:06
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghijau pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh reli saham Tesla. Selain itu, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok turut memberikan efek positif terhadap pergerakan pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 14 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 83,28 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 28.907,05. Sedangkan S&P 500 meningkat 22,78 poin atau 0,70 persen menjadi 3.288,13. Indeks Komposit Nasdaq naik 95,07 poin atau 1,04persen, menjadi 9.273,93.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan bahan dan teknologi masing-masing naik 1,36 persen dan 1,34 persen, memimpin para pemenang. Perawatan kesehatan turun 0,35 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham pembuat mobil listrik AS Tesla melonjak 9,77 persen menjadi USD524,86 per saham pada penutupan pasar setelah perusahaan jasa keuangan Oppenheimer menaikkan target harga pada saham menjadi USD612 per saham dari USD385.
 
Investor juga menunggu kickoff musim pendapatan perusahaan. Penghasilan S&P 500 diperkirakan telah menurun sebanyak dua persen pada kuartal keempat, menurut FactSet. Sementara itu, para pedagang terus waspada terhadap kemungkinan risiko geopolitik yang berasal dari ketegangan AS-Iran.
 
Sementara itu, Global Deloitte Touche Tohmatsu Limited berpandangan perubahan kebijakan perdagangan, khususnya di Amerika Serikat telah berdampak buruk pada ekonomi global. Dalam hal ini, AS diharapkan tidak lagi menerapkan kebijakan perdagangan yang menganggu aktivitas perekonomian dunia di masa mendatang.
 
"Kami telah melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar secara global. Dan itu ada hubungannya dengan (kebijakan perdagangan yang diambil) AS selama tiga tahun terakhir," kata Kepala Ekonom Global Deloitte Touche Tohmatsu Limited Ira Kalish.
 
Kalish mengatakan Amerika Serikat sudah menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik, memberlakukan tarif pada Tiongkok dan negara-negara lain, serta merusak Organisasi Perdagangan Dunia dengan menolak untuk mengizinkan pengangkatan anggota baru ke badan bandingnya, yang tidak lagi dapat mengadili sengketa perdagangan antarnegara.
 
Menurutnya menerapkan tarif pada barang asing berarti konsumen dan bisnis AS secara efektif membayar pajak yang lebih tinggi yang berdampak negatif pada pendapatan dan kemampuan pembelian mereka. Sejauh ini tarif belum memiliki dampak sebanyak itu karena membutuhkan waktu.
 
Namun, ia mencatat, tarif terbesar yang diterapkan AS terhadap Tiongkok baru dimulai pada Mei. "Jadi dampak yang besar kemungkinan akan muncul tidak terlalu terlambat tahun ini," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif