Tenggelamkan Kasus Kematian Khassogi

Arab Saudi Umumkan Kesepakatan Bisnis Bernilai Miliaran Dolar

Angga Bratadharma 25 Oktober 2018 13:31 WIB
arab saudiekonomi dunia
Arab Saudi Umumkan Kesepakatan Bisnis Bernilai Miliaran Dolar
Ilustrasi (Yasin AKGUL/AFP)
Riyadh: Arab Saudi sedang berusaha menenggelamkan kebisingan seputar kematian jurnalis Jamal Khashoggi dengan memanfaatkan kesepakatan bisnis bernilai miliaran dolar untuk sektor energi dan infrastrukturnya di sebuah forum investasi, di Riyadh minggu ini. Tidak ditampik, kasus kematian Khashoggi telah memberikan tekanan terhadap Arab Saudi.

Mengutip CNBC, Kamis, 25 Oktober 2018, transaksi besar senilai lebih dari USD55 miliar di sektor energi, transportasi, dan petrokimia diumumkan pada hari pertama dari Forum Future Investment Initiative (FII), sebuah forum yang dirancang untuk menarik bisnis ke Arab Saudi. Bukan tugas mudah untuk mengembalikan kepercayaan ketika para pemimpin bisnis memboikot acara tersebut.

Banyak kesepakatan yang diumumkan dan melibatkan perusahaan minyak dari Arab Saudi, Saudi Aramco. Pada Selasa waktu setempat, Saudi Aramco mengatakan telah menandatangani 15 nota kesepahaman dan kolaborasi komersial senilai USD34 miliar.

Kesepakatan itu melibatkan mitra dan badan internasional termasuk Total, Hyundai Heavy Industries, Baker Hughes, Halliburton, dan perusahaan Tiongkok Norinco.

"Nota kesepahaman mencerminkan kedua strategi kemitraan internasional Saudi Aramco dan Kerajaan Arab Saudi serta adanya tekad untuk melakukan diversifikasi ekonomi, meningkatkan lingkungan investasi domestik, dan meningkatkan peluang kerja sama," kata Saudi Aramco dalam sebuah pernyataan.

Meski mengumumkan sejumlah perjanjian, namun semua mata tetap tertuju pada Arab Saudi dan konferensi investasi untuk alasan yang berbeda, di tengah kasus kematian wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan.

Dampak dari kematian kritikus Arab Saudi terus berdampak terhadap hubungan diplomatik dan sentimen bisnis terkait pembangkit listrik kaya minyak Timur Tengah. Indeks saham Arab Saudi, Tadawul, telah terlihat bergolak beberapa minggu setelah kematian Khashoggi, yang tewas di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Awalnya Arab Saudi membantah sejumlah tuduhan tentang kematian Khashoggi, tetapi akhir pekan lalu mengakui Khashoggi telah tewas dalam pertikaian di dalam konsulat. Para penyelidik Turki menuduh terdapat 15 orang yang melakukan aksi pembunuhan tersebut. Sedangkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembunuhan itu direncanakan.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id