Indeks Utama Saham AS Terus Unjuk Gigi
Ilustrasi (FOTO: diariometro)
New York: Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), menyusul kenaikan di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena sentimen investor ditopang oleh sejumlah laporan laba perusahaan yang kuat dan beberapa data ekonomi.

Mengutip Antara, Kamis, 1 November 2018, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 241,12 poin atau 0,97 persen menjadi berakhir di 25.115,76 poin. Indeks S&P 500 bertambah 29,11 poin atau 1,09 persen menjadi berakhir di 2.711,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 144,25 poin atau 2,01 persen menjadi ditutup di 7.305,90 poin.
    
Saham Visa dan Caterpillar memimpin kenaikan di Dow Jones, dengan masing-masing menguat 3,83 persen dan 3,29 persen. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi dengan sektor teknologi naik sebanyak 2,39 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.     

Banyak saham-saham teknologi terkemuka AS membukukan keuntungan, berkontribusi terhadap kenaikan Nasdaq. Netflix melonjak 5,59 persen dan Amazon melonjak 4,42 persen. Saham General Motors melonjak lebih dari 9,00 persen pada penutupan perdagangan, setelah perusahaan melaporkan hasil kuartalan terbaru yang melampaui perkiraan Wall Street.

Saham Facebook juga meningkat 3,81 persen. Raksasa media sosial AS ini merilis laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa 30 Oktober. Perusahaan juga telah mengumumkan rencana untuk berinvestasi secara signifikan dalam bisnisnya tahun depan.



Selain itu, Wall Street mencerna sejumlah data ekonomi penting. Sektor swasta AS menambah 227 ribu pekerjaan lebih dari September hingga Oktober, mengalahkan konsensus pasar, menurut ADP National Employment Report untuk Oktober.

Indeks Pembelian Manajer Chicago (Chicago PMI), juga dikenal sebagai Chicago Business Barometer, turun menjadi 58,4 pada Oktober, angka terendah sejak April, turun 2,0 poin dari 60,4 pada September, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Institute for Supply Management Chicago.

Barometer tersebut dianggap sebagai indikator utama ekonomi AS, yang dirancang untuk menyajikan gambaran awal lanskap ekonomi dan menyoroti tren perubahan dalam aktivitas bisnis. Saham-saham AS telah berada di bawah tekanan bulan ini, karena investor resah atas kenaikan suku bunga, ketegangan perdagangan, dan adanya perlambatan pertumbuhan global.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id