Ilustrasi (AFP/Youssef Karwashan)
Ilustrasi (AFP/Youssef Karwashan)

Harga Minyak AS Melonjak

Ekonomi minyak mentah
30 April 2019 08:02
New York: Harga minyak Amerika Serikat (AS) lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan lantaran pasar berusaha melanjutkan reli selama seminggu yang terhenti ketika Presiden AS Donald Trump meminta agar klub produsen OPEC meningkatkan produksi guna mengurangi dampak sanksi AS terhadap Iran.
 
Mengutip Antara, Selasa, 30 April 2019, Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, meningkat sebanyak USD0,20 atau 0,3 persen menjadi menetap pada USD63,50 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun sebanyak USD0,11 atau 0,2 persen, menjadi ditutup pada USD72,04 per barel di London ICE Futures Exchange.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua kontrak acuan minyak mentah turun sekitar tiga persen pada Jumat 26 April setelah Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah meminta OPEC dan mengatakan kepada kartel untuk menurunkan harga minyak, tanpa mengidentifikasi siapa yang dia ajak bicara, atau apakah dia berbicara tentang diskusi sebelumnya dengan pejabat OPEC.
 
Analis dan pelaku pasar mengesampingkan pernyataan Trump karena rinciannya tidak jelas. "Tidak ada perwakilan OPEC atau Pemerintah Saudi yang maju untuk mengakui diskusi apapun dalam hal ini," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.
 
"Upaya nyata untuk menekan harga bensin ini telah dicoba sebelumnya oleh Trump dan sementara memaksa penurunan awal harga, kemunduran seperti itu setelah harga mencapai tertinggi baru, kadang-kadang dalam hitungan hari," tambahnya.
 
Pernyataan Trump pada awalnya memicu aksi jual, kata analis, menempatkan kenaikan sementara pada kenaikan harga 40 persen sejak awal tahun. Penurunan ini diperburuk oleh faktor-faktor teknikal termasuk posisi jangka panjang spekulatif yang berlebihan dalam minyak mentah AS.
 
Para spekulan meningkatkan gabungan posisi jangka panjang neto berjangka dan opsi di New York serta London sebanyak 24.078 kontrak menjadi 326.818 kontrak selama sepekan yang berakhir 23 April, level tertinggi sejak awal Oktober. Ini adalah peningkatan kesembilan berturut-turut.
 
Reli harga minyak telah mendapatkan momentum pada April, setelah Trump memperketat sanksi terhadap Iran dengan mengakhiri semua pengecualian yang sebelumnya diberikan kepada pembeli utama minyak Iran. Sanksi AS terhadap industri minyak Iran akan merusak stabilitas pasar minyak global, kata seorang pejabat senior Iran.
 
"Sanksi ini adalah contoh reaksi intimidasi Amerika terhadap perubahan keseimbangan kekuasaan di dunia," kata Wakil Menteri Perminyakan Iran Amir Hossein Zamaninia, dalam sebuah laporan yang dimuat situs berita kementerian minyak SHANA.
 
Sanksi AS terhadap Venezuela juga sedang berjalan untuk memperketat pasokan global, ketika pertempuran di Libya mengancam akan mengekang produksi minyak di sana. Produksi minyak di anggota OPEC Libya telah berulang kali terganggu oleh konflik faksi-faksi dan blokade sejak pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Muammar Gaddafi.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif