NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Harga Emas Dunia Tertekan

Ekonomi harga emas
Antara • 12 Februari 2020 06:10
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange lebih rendah pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pelemahan ini menyusul kenaikan signifikan dalam empat sesi berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.
 
Melansir Antara, Rabu, 12 Februari 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun USD9,40 atau 0,6 persen menjadi USD1.570,10 per ons.
 
Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,8 sen atau 1,06 persen menjadi USD17,597 per ons. Platinum untuk penyerahan April naik USD6,60 atau 0,68 persen menjadi USD973,50 per ons.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekuitas AS lebih tinggi di tengah pernyataan optimistis tentang ekonomi AS oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Dalam pidato yang disiapkan untuk Kongres, Powell mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) percaya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini akan mendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke target simetris komite sebesar dua persen.
 
Didukung oleh pernyataan Powell, indeks acuan saham New York naik lebih lanjut pada Selasa. Ketika ekuitas naik, emas biasanya turun karena selera terhadap aset safe haven seperti emas berkurang.
 
Sementara itu, komentar resmi Tiongkok tentang pengendalian wabah virus korona yang sedang berlangsung telah menawarkan kepercayaan tambahan, mengimbangi kekhawatiran atas dampak penyakit tersebut pada ekonomi dunia.
 
Kasus pneumonia virus korona baru yang dikonfirmasi di Tiongkok di luar Provinsi Hubei, tempat kota Wuhan, telah turun selama tujuh hari berturut-turut, menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC).
 
Berbicara dalam konferensi pers Selasa, He Qinghua, seorang pejabat NHC, mengatakan situasi wabah di wilayah tingkat provinsi kecuali Hubei telah menunjukkan tren penurunan secara keseluruhan sejak 3 Februari.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan bahwa Tiongkok mampu meminimalkan dampak wabah terhadap ekonominya.
 
"Kami percaya fundamental ekonomi kami yang mendukung pertumbuhan jangka panjang Tiongkok akan tetap tidak berubah, dan kami mampu meminimalkan dampak epidemi terhadap ekonomi," katanya dalam konferensi pers secara daring.
 
Lembaga-lembaga internasional termasuk Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mencatat bahwa China memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk menangani epidemi dan upaya-upaya Tiongkok telah secara efektif mengurangi risiko ekonomi dunia yang mungkin terpapar, kata juru bicara itu.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif