Bursa Saham Amerika Serikat Runtuh
Ilustrasi (Drew Angerer/AFP)
New York: Saham-saham di bursa Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menghentikan kenaikan beruntun tiga hari. Kondisi itu terjadi karena investor mempertimbangkan ringkasan yang baru dirilis dari pertemuan Federal Reserve paling akhir serta sejumlah data ekonomi.

Mengutip Antara, Jumat, 30 November 2018, indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,59 poin atau 0,11 persen, menjadi ditutup di 25.338,84 poin. Indeks S&P 500 melemah 5,99 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 2.737,80 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 18,51 poin atau 0,25 persen lebih rendah menjadi 7.273,08 poin.

Saham Boeing naik 2,72 persen memimpin kenaikan pada Dow, sedangkan saham Intel turun 2,37 persen memimpin penurunan dalam indeks 30-saham. Lima dari 11 sektor S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi turun 0,95 persen, pemain terburuk di antara sektor-sektor lainnya.

Risalah pertemuan the Fed yang dirilis pada Kamis 29 November menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada Desember adalah dimungkinkan, tetapi para pejabat bank sentral AS jauh lebih tidak pasti tentang jalannya kebijakan moneter pada 2019.

Risalah pertemuam itu datang setelah Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga acuan mendekati tingkat netral, yang memicu reli pasar pada Rabu 28 November karena investor menafsirkan pernyataan itu sebagai dovish.

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 234 ribj dalam pekan yang berakhir 24 November, meningkat 10 ribj dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Angka tersebut dengan mudah melampaui perkiraan pasar.

Sementara itu, belanja konsumen AS naik 0,6 persen pada Oktober setelah mencatat kenaikan 0,2 persen yang direvisi turun, mengalahkan konsensus pasar, kata Departemen Perdagangan. Defisit perdagangan AS dalam barang-barang mencapai USD77,2 miliar pada Oktober, naik 1,3 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengatakan.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id