Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Pendapatan Anjlok, Defisit AS Capai USD234 Miliar

Ekonomi amerika serikat
Arif Wicaksono • 24 Maret 2019 14:26
Washington: Defisit anggaran federal Amerika Serikat (AS) mencapai USD234 miliar pada Februari. Departemen Keuangan AS mengatakan itu merupakan defisit anggaran terbesar untuk bulan itu. Angka tersebut naik 8,7 persen dari bulan yang sama tahun lalu.
 
Dikutip dari Xinhua, Minggu, 24 Maret 2019, total pengeluaran pada Februari adalah USD401 miliar, naik 21 persen dari tahun sebelumnya. Sementara total pendapatan USD167 miliar atau turun 50,9 persen. Belum diketahui penyebab dari turunnya pendapatan AS.
 
Tiga pengeluaran teratas untuk bulan itu adalah USD87 miliar untuk jaminan sosial, USD87 miliar untuk jaminan pendapatan, dan USD57 miliar untuk pertahanan nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut proposal anggaran untuk tahun fiskal 2020 yang dikirim Presiden Donald Trump ke Kongres pekan lalu, defisit diperkirakan akan mencapai USD1,1 triliun untuk tahun fiskal 2020. Proposal anggaran sebesar USD4,7 triliun berisi pemotongan pengeluaran yang kaku di lembaga-lembaga federal non-pertahanan dan kenaikan uang pertahanan.
 
Proposal anggaran juga berupaya membuat pemotongan pajak permanen.Karena defisit yang terus-menerus besar, utang publik diproyeksikan akan tumbuh dengan mantap, mencapai 93 persen dari PDB AS pada 2029 dan sekitar 150 persen dari PDB AS pada 2049.
 
Perang Dagang
 
Perang dagang yang masih menghantui ekonomi AS diperkirakan akan selesai pada tahun ini. Delegasi perdagangan Amerika Serikat (AS) yang diketuai oleh Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan berkunjung ke Tiongkok pada 28-29 Maret.
 
Mengutip Antara, Jumat, 22 Maret 2019, keberadaan mereka di Beijing untuk putaran perundingan lanjutan pada Kamis, 28 Maret 2019. Demikian disampaikan Kementerian Perdagangan AS.
 
Sebagai kunjungan balasan, Wakil Perdana Menteri Liu He akan bertolak ke Washington pada awal April untuk menggelar pembicaraan lebih lanjut.
 
Juru bicara kementerian Gao Feng mengatakan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut berusaha menuntaskan sengketa dagang yang terjadi selama beberapa bulan.
 
Pembicaraan empat mata tersebut akan menjadi yang pertama sejak Presiden Donald Trump menunda batas waktu 1 Maret untuk menghindari kenaikan tarif impor Tiongkok senilai USD200 miliar dari 10 persen saat ini menjadi 25 persen.
 
Trump sebelumnya juga memperingatkan bahwa AS kemungkinan akan menunda tarif terhadap produk Tiongkok selama periode substansial guna memastikan bahwa Beijing tunduk pada setiap kesepakatan dagang, sehingga menambah ketidakpastian atas pembicaraan tersebut.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif