Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)

Mayoritas CEO di Tiongkok Optimistis tentang Ekonomi Global

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 02 Maret 2019 15:03
Beijing: Hasil survei yang dirilis oleh perusahaan akuntansi dan konsultan PwC menyebutkan mayoritas kepala eksekutif di Tiongkok daratan optimistis tentang prospek ekonomi global. Keyakinan itu muncul meski terdapat ketidakpastian yang salah satunya masih adanya perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS).
 
"Terlepas dari kekhawatiran tentang faktor-faktor seperti proteksionisme, 73 persen CEO daratan percaya bahwa pertumbuhan ekonomi global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan 41 persen untuk rekan-rekan mereka di Hong Kong dan 42 persen secara global," kata survei PwC, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 2 Maret 2019.
 
Optimisme yang lebih besar dari kepala eksekutif daratan Tiongkok sebagian disebabkan oleh langkah-langkah insentif yang diluncurkan oleh pemerintah untuk mendorong investasi dan inovasi, mendorong konsumsi, dan mendukung perusahaan swasta. Laporan itu mengutip Pemimpin Pasar PwC Tiongkok Utara Zhou Xing, dan mitra utama kantor Beijing.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Survei tersebut juga menemukan bahwa 35 persen dari pemimpin bisnis di daratan Tiongkok merasa sangat percaya diri dalam prospek perusahaan mereka untuk pertumbuhan pendapatan selama 12 bulan ke depan, dan 47 persen menyatakan percaya diri selama tiga tahun ke depan, menurut laporan itu.
 
Dikatakan tiga tujuan yang paling disukai untuk investasi keluar oleh para CEO daratan yang telah berinvestasi di luar negeri dan akan terus melakukannya adalah ekonomi Belt and Road, Asia Pasifik dan Uni Eropa.
 
Dilakukan selama September dan Oktober 2018, survei ini menyajikan pandangan 176 eksekutif yang berbasis di daratan Tiongkok dan Hong Kong, yang mencakup layanan keuangan, teknologi, komunikasi, dan sektor hiburan dan media. Lebih dari 80 persen perusahaan daratan yang disurvei membukukan pendapatan tahunan antara USD101 juta dan USD10 miliar.
 
Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan Tiongkok harus mencari perkembangan ekonomi yang stabil dengan tidak lupa untuk menangkis risiko terhadap sistem keuangannya. Hal ini sejalan dengan melemahnya pertumbuhan dan masih terjadinya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
 
Ekonomi Tiongkok tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir 30 tahun, mendorong para pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan dengan mengurangi kondisi kredit dan memotong pajak. Pemerintah Tiongkok terus berupaya agar perlambatan ekonomi tidak terus terjadi.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif