Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Keputusan Rusia Picu Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi minyak mentah
12 Desember 2018 08:01
New York: Harga minyak dunia memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena Rusia berencana memangkas produksi minyaknya bulan depan dan perusahaan minyak nasional Lybia menyatakan penghentian paksa karena force majeure.

Mengutip Antara, Rabu, 12 Desember 2018, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari meningkat USD0,65 menjadi menetap di USD51,65 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik USD0,23 menjadi ditutup pada USD60,2 per barel di London ICE Futures Exchange.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengumumkan bahwa negara itu akan memangkas produksi minyaknya paling sedikit 50.000 hingga 60.000 barel per hari (bph) pada Januari, yang menandakan bahwa produksinya akan menjadi sekitar 11,35 juta barel per hari bulan depan, sedikit lebih rendah dari 11,37 juta barel per hari pada bulan lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Namun Novak menekankan pengurangan pasokan akan dilakukan secara bertahap. "Semuanya bergantung pada kemungkinan teknologi dan iklim. Kami akan mendapatkan proposal dari perusahaan," kata Novak kepada wartawan. Lebih lanjut mengangkat harga minyak, Perusahaan Minyak Nasional Lybia (NOC) menyatakan sebuah keadaan force majeure pada ekspor dari produsen minyak terbesar negara itu, ladang minyak El Sharara pada 9 Desember, yang diduduki oleh kelompok milisi selama akhir pekan.

Penghentian pasokan akan menyebabkan hilangnya produksi 315.000 barel per hari, dan kerugian tambahan 73.000 barel per hari di ladang minyak El Feel karena ketergantungannya pada El Sharara untuk pasokan listrik, kata NOC dalam sebuah pernyataan.

Karena Libya dikecualikan dari kesepakatan pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari yang diumumkan oleh OPEC dan sekutunya pekan lalu, para analis mengatakan pengurangan produksi terbaru akan membantu menopang sentimen investor dan mengurangi kekhawatiran yang sedang berlangsung atas kelebihan pasokan.

 


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi