Ilustrasi. FOTO: AFP/YE AUNG THU
Ilustrasi. FOTO: AFP/YE AUNG THU

World Economic Forum Sebut Persaingan Kekuatan Besar Jadi Risiko

Ekonomi ekonomi dunia ekonomi global
Medcom • 18 Januari 2020 18:01
Swiss: World Economic Forum (WEF) memberikan peringatan bahwa persaingan dari kekuatan besar kemungkinan memunculkan ancaman sehingga perlu ada tindakan yang memprioritaskan global terlebih dahulu dari pada yang lainnya. Kepentingan bersama perlu didahulukan agar keberlanjutan pertumbuhan bisa terus terjadi dan menguntungkan banyak pihak.
 
Peringatan dari WEF muncul ketika para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan para investor bersiap untuk melakukan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk forum konferensi tahunan. Pertemuan Januari dimulai pada Senin waktu setempat, dengan mereka yang hadir dijadwalkan untuk fokus pada krisis iklim yang semakin intensif.
 
Menjelang pertemuan tersebut, Global Risks Report 2020 mengatakan, kolaborasi antara para pemimpin dunia dan para pemimpin bisnis akan dibutuhkan lebih banyak dari sebelumnya untuk menghentikan ancaman parah terhadap iklim. Juga memperingatkan bahwa tidak adanya tindakan politik dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan sistem teknologi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbicara pada peluncuran laporan, Wakil Kepala Pusat Urusan Geopolitik dan Regional WEF Mirek Dusek mengatakan, dunia yang semakin gelisah masuk dalam kategori 'risiko super' yang perlu diambil tindakan tepat yang sangat dibutuhkan. Dalam konteks ini, negara-negara di dunia harus bisa bersatu untuk mementingkan kepentingan bersama.
 
"Dunia yang lebih terpolarisasi dan kompetitif, di mana negara-negara semakin melihat peluang melalui lensa sepihak, kemungkinan besar akan menjadi hambatan bagi kita untuk dapat mengatasi masalah-masalah global," kata Dusek, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 18 Januari 2020.
 
Tema WEF, yang secara resmi adalah 'Pemangku Kepentingan untuk Dunia yang Kohesif dan Berkelanjutan', diambil sejalan dengan situasi dan kondisi terkini di mana tahun ini menjadi tahun terpanas untuk lautan dunia, tahun terpanas kedua untuk suhu rata-rata global, dan kebakaran hutan dari AS ke Amazon lalu ke Australia.
 
Acara tersebut, yang kerap dikritik karena tidak berhubungan dengan dunia nyata, telah menyatakan tujuannya untuk membantu pemerintah dan lembaga internasional dalam melacak kemajuan menuju Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.
 
"Itu lah sebabnya kita sekarang harus mulai menerapkan kebijakan yang diperlukan untuk menangani perubahan iklim," pungkas Presiden WEF Borge Brende.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif