Ilustrasi mata uang dolar AS. Foto: AFP.
Ilustrasi mata uang dolar AS. Foto: AFP.

Dolar Jatuh ke Level Terendah

Ekonomi dolar as
Antara • 12 Desember 2019 08:11
New York: Kurs dolar AS jatuh ke level terendah dalam empat bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pelemahan ini terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil dan Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan inflasi yang signifikan dan persisten diperlukan untuk menaikkan suku bunga.
 
The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran target 1,50 persen hingga 1,75 persen. Komite penetapan suku bunga bank sentral AS mengatakan setelah pertemuan kebijakan dua hari, mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi moderat dan pengangguran rendah sampai pemilihan presiden tahun depan.
 
"Tekanan the Fed untuk mempertahankan lingkungan keuangan yang akomodatif akhirnya akan bermain melawan greenback," kata Juan Perez, pedagang mata uang senior dengan Tempus, Inc. di Washington, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 12 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan suku bunga kurang dibutuhkan dibandingkan pada siklus penurunan suku bunga pertengahan 1990, kata Powell dalam sebuah konferensi pers.
 
"Bar untuk kenaikan suku bunga tetap lebih tinggi dari pada bar untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, tetapi secara keseluruhan Anda melihat Fed cukup percaya diri tentang arah ekonomi dan memperkirakan inflasi tetap di bawah tekanan untuk periode waktu yang lama," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.
 
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,33 persen menjadi 97,095, terendah sejak 9 Agustus.
 
"Pelaku pasar akan mengawasi pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) besok, tetapi sebagian besar akan tetap fokus pada apa yang terjadi pada Sabtu, 14 Desember 2019 sehubungan dengan negosiasi perdagangan AS-Tiongkok," kata Schamotta.
 
Presiden AS Donald Trump telah menetapkan 15 Desember sebagai tanggal untuk mengenakan tarif hampir USD160 miliar pada barang-barang konsumen Tiongkok. Washington sedang meletakkan dasar untuk menunda tarif, seseorang menjelaskan situasi itu kepada Reuters, meskipun tidak ada kejelasan tentang keputusan apa yang akan diambil.
 
"Jika kita melihat penundaan tarif, itu membuka jalan bagi mata uang lainnya untuk naik relatif terhadap dolar," kata Schamotta.
 
Euro menguat 0,4 persen menjelang pertemuan kebijakan pertama bos ECB Christine Lagarde pada Kamis. Investor akan mencermati setiap katanya.
 
Di tempat lain, mata uang crown Swedia melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan terhadap dolar setelah data inflasi yang kuat membuatnya sangat mungkin negara itu akan mengakhiri suku bunga negatif. Dolar tercatat 1,16 persen lebih rendah terhadap crown Swedia.
 
Dalam langkah penting lainnya, dolar Hong Kong menguat ke level terkuatnya sejak 24 Juli, yang oleh para analis dikaitkan dengan istirahatnya taruhan yang sebelumnya mendapat untung dari carry trade, meminjam dengan suku bunga rendah di Hong Kong untuk membeli aset dalam mata uang dolar AS.
 
Greenback turun 0,24 persen terhadap dolar Hong Kong. Mata uang Hong Kong dipatok terhadap greenback pada kisaran ketat 7,75-7,85 per dolar.
 
Pound menguat 0,37 persen dalam perdagangan sempit pada malam pemilihan umum Inggris, mengabaikan sebuah jajak pendapat yang menunjukkan Partai Konservatif yang berkuasa mungkin gagal memenangkan mayoritas.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif