Ilustrasi. FOTO: JOHN MACDOUGALL/AFP
Ilustrasi. FOTO: JOHN MACDOUGALL/AFP

Ekonomi AS Diyakini Berakhir Kuat di 2019

Ekonomi ekonomi amerika
Medcom • 11 Januari 2020 14:04
New York: Ekonomi Amerika Serikat (AS) diyakini menutup buku pada 2019 dengan pertumbuhan yang solid, di tengah kekhawatiran bahwa perekonomian Paman Sam bakal melemah. Laporan manufaktur dan perdagangan memberikan konfirmasi bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) AS naik lebih dari dua persen pada periode tersebut.
 
Dalam hal ini, Fed Atlanta memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3 persen di kuartal empat 2019 atau lebih baik dari 2,1 persen pada kuartal ketiga dan cukup untuk menutup tahun dengan rata-rata kenaikan kuartalan sekitar 2,4 persen. Hal itu juga ditunjang dengan tingkat inflasi yang terkendali.
 
"Ekonomi (AS) lebih baik dari yang Anda pikirkan. Berani bertaruh," kata Kepala Ekonom Keuangan MUFG Union Bank Chris Rupkey, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC, Sabtu, 11 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, defisit perdagangan AS menyempit pada November 2019 ke level terendah dalam tiga tahun. Sebagian besar berkat berlanjutnya pelambatan impor dan ekspansi ekspor. Bersamaan dengan itu muncul laporan indikator manufaktur yang menunjukkan bahwa kontraksi manufaktur belum menyebar luas di ekonomi AS.
 
Di sisi lain, kerja sama yang mulai tumbuh antara Tiongkok dan Amerika Serikat tidak hanya akan menguntungkan kedua negara tetapi juga seluruh dunia. Dalam konteks ini, diharapkan kedua negara tidak lagi terlibat dalam perang dagang karena telah terbukti memberikan efek negatif terutama dari sisi stabilitas perdagangan global.
 
Laporan yang dirilis Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berjudul 'Mempertimbangkan Kembali Hubungan Ekonomi AS-Tiongkok: Jalan ke Depan' membahas secara luas berbagai masalah antara dua ekonomi terbesar di dunia itu. Adapun Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berfokus pada masalah-masalah ekonomi.
 
Laporan tersebut mengakui kesulitan yang ada dalam hubungan AS-Tiongkok, khususnya perbedaan perdagangan dan sengketa tarif yang diprakarsai oleh Pemerintahan AS saat ini. Namun, kebuntuan AS-Tiongkok saat ini tidak dapat dipecahkan, dan perbedaan mereka di banyak bidang sulit untuk dapat didamaikan, laporan tersebut menekankan.
 
"Pada 2019, Amerika Serikat dan Tiongkok menandai peringatan 40 tahun pembentukan hubungan diplomatik. Sejak saat itu, hubungan tersebut telah melihat integrasi ekonomi yang tumbuh," kata laporan itu.
 
Amerika Serikat dan Tiongkok telah bekerja sama dalam berbagai masalah global, dan perdagangan serta investasi di kedua arah telah berkembang selama beberapa dekade terakhir, catat laporan itu. Kedua pemerintah memiliki kekuatan untuk menstabilkan hubungan mereka dan menempatkannya pada pijakan baru, kata laporan itu.
 
Laporan tersebut menambahkan bahwa kedua negara dapat melanjutkan dialog perdagangan mereka dan mempersempit perbedaan melalui pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana perdagangan dan manfaatnya diukur. Jika keduanya bisa mencapai kesepakatan bukan tidak mungkin memberikan efek positif terhadap ekonomi dunia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif