Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Dolar AS Bertahan Menguat

Ekonomi dolar as
Ade Hapsari Lestarini • 27 Juni 2019 08:42
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat di akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Investor mencerna pernyataan terbaru dari Presiden Bank Sentral Federal Reserve St Louis James Bullard tentang penurunan suku bunga di masa depan.
 
Melansir Xinhua, Kamis, 27 Juni 2019, Bullard, yang dipandang sebagai salah satu pejabat Fed yang memiliki kebijakan paling dovish, menyatakan sikap yang kurang dovish pada Selasa. Dia mengatakan bahwa penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin akan terlalu banyak pada Juli, karena kondisi ekonomi tidak akan memerlukan langkah sejauh itu.
 
"Saya pikir 50 poin dasar akan berlebihan. Saya tidak berpikir situasinya benar-benar membutuhkan itu, tetapi saya akan bersedia jika suku bunga dipangkas 25 (basis poin)," kata Bullard dalam sebuah wawancaranya dengan salah satu televisi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 persen pada 96,2134 pada akhir perdagangan.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,169 dolar dari 1,172 dolar pada sesi sebelumnya. Pound Inggris turun menjadi 1,288 dolar dari 1,294 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6984 dari USD0,6959.
 
Dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 107,83, lebih tinggi dari sesi sebelumnya di level 107,14 yen Jepang. Dolar AS naik menjadi 0,9779 franc Swiss dari 0,9751 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3115 dolar Kanada dari 1,3181 dolar Kanada.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif