Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Bursa Saham AS Merekah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 23 November 2019 07:21
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didukung oleh data optimistis yang baru dirilis. Baiknya data yang dirilis diharapkan bisa terus mendukung pergerakan pasar saham AS tetap berada di jalur hijau, meski tidak ditampik tetap ada risiko yang menanti.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 23 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 109,33 poin atau 0,39 persen menjadi 27.875,62. Sedangkan S&P 500 naik 6,75 poin atau 0,22 persen menjadi 3.110,29. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 13,67 poin atau 0,16 persen menjadi 8.519,88.
 
Tujuh dari 11 sektor S&P 500 utama terpantau naik, dengan keuangan menguat sebanyak 0,76 persen pada penutupan, memimpin kenaikan. Sedangakan real estat ditutup turun sebanyak 0,54 persen dan menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keuntungan pasar saham agak dibatasi oleh penurunan tajam dari pergerakan saham Tesla. Saham pembuat mobil listrik AS turun sebanyak 6,14 persen pada penutupan. Hal itu terjadi meski perusahaan meluncurkan truk pickup listrik yang sudah lama ditunggu.
 
Di data ekonomi, Indeks Sentimen Konsumen capai 96,8 di November, naik dari 95,5 pada Oktober, University of Michigan melaporkan. Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS berdiri di 51,6 pada November, berada di atas posisi Oktober 50,6, menurut lembaga riset IHS Markit. Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS naik menjadi 52,2 bulan ini dari 51,3 pada Oktober.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap sesuai seperti sekarang selama ekonomi tetap berada di jalurnya. Sejauh ini, the Fed akan terus melakukan pemantauan untuk melihat pergerakan ekonomi dengan harapan bisa menekan sejumlah risiko yang muncul.
 
"Kami akan memantau efek dari tindakan kebijakan kami, bersama dengan informasi lain mengenai prospek, saat kami menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan," kata Powell.
 
Powell menambahkan jika kebijakan moneter yang diambil nantinya tidak sesuai harapan, maka the Fed siap merespons melalui kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi perekonomian saat itu. "Jika perkembangan yang muncul menyebabkan penilaian kembali atas pandangan kami," kata Powell.
 
Namun sayangnya, Powell tidak merinci lebih dalam terkait perubahan suku bunga acuan. Adapun pandangan tentang suku bunga acuan menjadi penting karena sering dijadikan alat ukur bagi investor terkait perekonomian AS di masa-masa yang akan datang.
 
"Saya tahu saya tidak akan mengatakan itu sama sekali," tukas Powell yang kemudian beralih ke pidatonya yang lain.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif