Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)
Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)

Harga Minyak Dunia Tumbang

Ekonomi minyak mentah
15 Agustus 2018 08:02
New York: Harga minyak mentah turun pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi lantaran harga minyak tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) akibat investor tetap khawatir tentang krisis keuangan di Turki.
 
Mengutip Antara, Rabu, 15 Agustus 2018, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, turun USD0,15 menjadi ditutup pada USD72,46 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun USD0,16 menjadi menetap di USD67,04 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Kontrak berjangka memperpanjang kerugian mereka dalam perdagangan usai penyelesaian, setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 3,7 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk penurunan 2,5 juta barel.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada awal sesi, harga minyak naik didukung oleh keuntungan di pasar ekuitas, tetapi memangkas kenaikannya di tengah hari, karena indeks USD menyentuh posisi tertingginya sejak akhir Juni 2017. USD yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 

 
"Biasanya ketika USD mulai meningkat, itu mungkin tanda bahwa kita masih khawatir tentang situasi Turki. Masih ada sedikit kegugupan di panggung global," kata Analis Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.
 
Indeks-indeks saham AS secara luas menguat dan lira Turki pulih, sehari setelah jatuh ke titik terendah, yang memicu kekhawatiran bahwa krisis negara itu mungkin menyebar ke pasar negara-negara berkembang lainnya.
 
"Ekuitas dan USD adalah kunci utama dari kisah yang sedang berlangsung di Turki dan meskipun lira telah mencatat kenaikan kembali secara signifikan hari ini namun kebuntuan antara Turki dan AS menunjukkan tidak ada tanda-tanda kemajuan," ungkap Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dalam sebuah catatan.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi