The Fed Pertahankan Suku Bunga

Imbal Hasil Obligasi AS Capai Level Tertinggi

Angga Bratadharma 09 November 2018 11:01 WIB
ekonomi amerika
Imbal Hasil Obligasi AS Capai Level Tertinggi
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)
New York: Imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) atau obligasi bertenor dua tahun mencapai level tertinggi sejak Juni 2008, setelah Federal Reserve tidak menunjukkan tanda-tanda mengubah arah pada rencana kenaikan suku bunga acuan meski ada gejolak baru-baru ini di pasar keuangan.

Mengutip CNBC, Jumat, 9 November 2018, pada 2:26 siang ET, imbal hasil benchmark obligasi 10 tahun naik menjadi sekitar 3,239 persen, sementara imbal hasil obligasi obligasi 30 tahun turun menjadi sekitar 3,435 persen. Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan dengan harga. Sedangkan obligasi 2 tahun mencapai level tertinggi di 2,973 persen.

Kelompok pembuat kebijakan the Fed, Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee), dengan suara bulat menahan tingkat suku bunga acuan dalam kisaran 2-2,25 persen. Adapun investor masih melihat the Fed akan menyetujui kenaikan seperempat poin suku bunga acuan pada Desember.

"Komite mengharapkan peningkatan secara bertahap dalam kisaran target untuk tingkat suku bunga akan konsisten dengan ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi dekat di dua persen," kata anggota FOMC dalam sebuah pernyataan.

Pejabat the Fed, yang bertanggung jawab untuk menjaga tingkat pengangguran tetap rendah dan inflasi bergerak secara terkendali, secara bertahap meningkatkan suku bunga acuan di bawah komando Ketua the Fed Jerome Powell, ketika mereka mencoba untuk mencegah ekonomi AS dari "kepanasan".

"Itu adalah pernyataan yang jinak, membosankan. Itu disimpan dalam komentar tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut dan tidak ada perubahan dalam suku bunga atas kelebihan cadangan," kata Ahli Strategi Wells Fargo Michael Schumacher.

Pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), imbal hasil jatuh akibat pemilu sela, di mana Demokrat mendapat kembali kontrol DPR dan Republik memperkuat kehadiran mereka di Senat. Pada saat itu, para pedagang obligasi mengatakan bahwa Kongres yang terbagi memberikan katalis positif untuk mencegah pengeluaran yang lebih tinggi dan penerbitan utang.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id