Perusahaan AS Keluhkan Perang Dagang dengan Tiongkok
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Federal Reserve menyebutkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) mengeluhkan masih adanya sengketa perdagangan dengan Tiongkok karena meningkatkan biaya utama mereka. Sedangkan di sisi lain, para perusahaan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang terus meluas.

"Kesulitan mengisi posisi terbuka (lapangan kerja) di semua tingkat keterampilan sedang berlangsung. Setiap wilayah menunda proyek dan menekan perusahaan untuk menaikkan upah atau tunjangan. Atau bahkan menggunakan robot guna meningkatkan produksi," ungkap survei beige book terbaru the Fed, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 25 Oktober 2018.

Sementara laporan dari bank regional the Fed mencerminkan ekonomi AS terbilang sehat dengan pertumbuhan moderat hingga sedang. Sedangkan strategi tarif agresif dari Presiden Donald Trump, yang telah menarik pembalasan dari mitra dagang, berpotensi memicu kenaikan inflasi.



Bank sentral AS terus mengawasi tekanan harga secara ketat untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa jauh bisa menaikkan suku bunga acuan, agar ekonomi terus tumbuh tanpa percepatan inflasi. Fed telah menaikkan suku bunga utama tiga kali tahun ini dan diperkirakan kembali menaikkan sebesar 0,25 persen lagi pada Desember.

"Produsen melaporkan kenaikan harga barang jadi. Hal itu karena kebutuhan biaya bahan baku seperti logam naik, yang dikaitkan dengan tarif," kata laporan the Fed.

Beberapa perusahaan tidak dapat meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan. Sementara di Philadelphia perusahaan melaporkan adanya kesulitan memenuhi atau menyaingi harga pesaing asing yang tidak terkena tarif atas komoditas input utama produk mereka.

Trump telah memberlakukan tarif curam pada baja dan aluminium kepada sekitar USD250 miliar barang impor dari Tiongkok. Adapun Tiongkok tidak tinggal diam dan memukul balik dengan tarif yang sama atas barang-barang AS. Langkah yang diambil kedua negara dengan ekonomi terbesar ini akhirnya menimbulkan perang dagang.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id