Pemerintah Indonesia dan Australia meneken perjanjian IA-CEPA untuk meningkatkan investasi dan perdagangan kedua negara. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Pemerintah Indonesia dan Australia meneken perjanjian IA-CEPA untuk meningkatkan investasi dan perdagangan kedua negara. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Perjanjian IA-CEPA Hapus 100% Tarif Indonesia

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-australia
Nia Deviyana • 04 Maret 2019 14:13
Jakarta: Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham meneken perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Enonomic Partnership Agrement (IA-CEPA) untuk meningkatkan investasi dan perdagangan kedua negara.
 
Enggar menjelaskan IA-CEPA bukan Free Trade Agreement (FTA) biasa. Kemitraan komprehensif ini tidak hanya menegosiasikan akses pasar, tetapi juga mencakup bagaimana kedua negara bisa menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan.
 
"Negosiasi pertama kali diluncurkan pada akhir 2010. Setelah menyelesaikan 12 putaran negosiasi dan sejumlah pertemuan hampir selama sembilan tahun, akhirnya perjanjian ini ditandatangani," ujar Enggar, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Australia sebagai negara maju merupakan mitra strategis yang dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas ekonomi dan sumber daya manusia. Perjanjian ini akan menghilangkan 100 persen tarif Indonesia dan 94 persen tarif Australia secara bertahap.
 
"Ada sektor industri utama yang akan mendapatkan keuntungan dari penghapusan tarif ini termasuk otomotif, tekstil, alas kaki, agribisnis, makanan, minuman, dan furnitur," tambah Enggar.
 
Baca juga: Indonesia Australia Teken Perjanjian Dagang
 
Perjanjian ini juga memasukan ketentuan tentang langkah-langkah non-tarif termasuk sanitasi, fitosanitasi, dan hambatan teknis untuk perdagangan, serta prosedur fasilitasi perdagangan dan bea cukai yang akan memastikan lingkungan ekonomi lebih kuat dan transparan.
 
"Dengan ini perlindungan investasi menjadi lebih kuat, serta memungkinkan aliran investasi langsung asing yang lebih besar terutama untuk sektor seperti pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, dan pendidikan kejuruan," jelasnya.
 
Berdasarkan hasil studi kelayakan pada 2008, IA-CEPA diproyeksikan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 0,23 persen dari baseline sebesar 33,1 miliar dolar Australia pada 2030 atau 1,65 miliar dolar Australia per tahun.
 
Angka tersebut akan dikontribusikan dari liberasi perdagangan, peningkatan investasi dari Australia, serta pengembangan dan peningkatan investasi dari Australia berupa transfer teknologi dan pelatihan keahlian di berbagai sektor.
 
Berdasarkan data statistik Indonesia, total transaksi perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Australia sebesar USD8,6 miliar pada 2018. Ekspor utama Indonesia ke benua ini mencakup minyak bumi, furnitur, ban, batu bara, dan gula mentah.
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) melaporkan total investasi dari Australia ke Indonesia pada 2018 mencapai USD597 juta. Angka tersebut diharapkan dapat meningkat setelah perjanjian berlaku.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif