Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Stimulus Tiongkok Tenangkan Kekhawatiran Korona, Wall Street Melonjak

Ekonomi wall street
Antara • 05 Februari 2020 07:22
New York: Indeks Nasdaq mencapai rekor tertinggi dan S&P 500 membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam sekitar enam bulan pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena meredanya kekhawatiran akan dampak ekonomi yang besar dari wabah virus korona setelah bank sentral Tiongkok melakukan intervensi.
 
Mengutip Antara, Rabu, 5 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 407,82 poin atau 1,44 persen menjadi 28.807,63 poin. Indeks S&P 500 naik 48,67 poin atau 1,50 persen menjadi 3.297,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 194,57 poin atau 2,10 persen menjadi 9.467,97 poin.
 
Bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC) menyuntikkan total 1,7 triliun yuan (USD242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka pada Senin dan Selasa, ketika bank sentral mengatakan berusaha untuk menstabilkan ekspektasi pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Stimulus tersebut mendorong sentimen investor bahkan ketika dampak virus korona dari Tiongkok diperkirakan memberikan pukulan jangka pendek dan tajam bagi aktivitas ekonomi Tiongkok dan global pada kuartal pertama.
 
"Pasar hanya melihat di luar virus korona dan mereka menyambut tindakan keuangan Tiongkok. Apa yang ditunjukkan sejarah kepada kita adalah kapan saja ada epidemi atau ancaman global dari sudut pandang virus, apa yang telah kita lihat adalah bahwa pasar akan turun," kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi dengan Ally Invest.
 
"Semua orang hanya melihat masa lalu itu, meskipun pasar tidak bergerak jauh lebih rendah karena berita itu, setidaknya di AS," tambahnya.
 
Data menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat paling besar dalam hampir satu setengah tahun pada Desember, didorong oleh permintaan yang kuat untuk pesawat pertahanan.
 
Saham-saham teknologi memimpin kenaikan di antara sektor S&P 500, menguat 2,6 persen. Saham perusahaan chip, yang terutama memiliki eksposur ke Tiongkok, melonjak, dengan indeks Philadelphia Semiconductor terangkat 3,1 persen. Saham Alphabet Inc jatuh 2,5 persen, setelah induk perusahaan Google itu membukukan penurunan pendapatan.
 
Musim laporan laba kuartal keempat kira-kira setengahnya sudah dilakukan, dengan perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan mencatat kenaikan laba sebesar 1,6 persen pada periode tersebut, menurut data IBES dari Refinitiv. Namun, laba pada 2020 diperkirakan akan naik 8,7 persen.
 
"Meskipun laba kuartal keempat terasa agak kurang impresif, mereka konsisten dengan pandangan pasar bahwa mereka akan tumbuh dari sini," kata Nela Richardson, ahli strategi investasi di Edward Jones.
 
Investor juga mengawasi perlombaan pencalonan presiden Demokrat AS, masalah teknis menunda hasil kaukus Iowa. Hasil diharapkan pada pukul 17.00 waktu setempat. Dalam berita perusahaan, saham Tesla Inc melonjak 13,7 persen, memperpanjang reli yang menakjubkan untuk saham pembuat kendaraan listrik.
 
Saham eBay melonjak 8,8 persen setelah laporan Wall Street Journal bahwa pemilik New York Stock Exchange Intercontinental Exchange telah membuat penawaran pengambilalihan untuk perusahaan. Sekitar delapan miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata harian 7,6 miliar saham selama 20 sesi terakhir.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif