Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)

Penutupan Pemerintah AS Pengaruhi Data Ekonomi

Ekonomi ekonomi amerika
29 Desember 2018 17:02
New York: Penutupan sebagian Pemerintahan Amerika Serikat (AS) akan berdampak pada rilis data ekonomi yang menggerakkan pasar, meskipun laporan itu kemungkinan tidak terlalu besar memengaruhi. Sejauh ini, Presiden AS Donald Trump tetap dengan keputusannya untuk menutup pemerintahan hingga mendapatkan anggaran guna membangun perbatasan.
 
Yang paling menonjol, Biro Statistik Tenaga Kerja AS masih berencana untuk merilis laporan gaji nonpertanian yang kritis pada 4 Januari. Demikian juga data klaim pengangguran mingguan oleh Departemen Tenaga Kerja akan dirilis, menurut pengumuman pemerintah. Indeks harga konsumen pun kemungkinan akan keluar sesuai jadwal.
 
Secara khusus, Ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst mengatakan, itu termasuk data Biro Sensus dan Biro Analisis Ekonomi pada penjualan rumah baru, neraca perdagangan, dan persediaan grosir. Jika penghentian diperpanjang sampai Januari, itu juga akan berdampak pada pesanan barang tahan lama, penjualan ritel, dan pembacaan pertama PDB kuartal keempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lelang surat utang AS kemungkinan berjalan sesuai jadwal karena operasi ini akan dikategorikan sebagai penting dan dibiarkan berlanjut," kata Hollenhorst, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 29 Desember 2018.
 
Hollenhorst memperkirakan penutupan itu akan memiliki efek ekonomi terbatas karena 380 ribu pekerja cuti dapat dibayar kemudian melalui tindakan Kongres dan 420 ribu karyawan yang bekerja tanpa upah juga akan mendapatkan penggantian nantinya.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan beberapa bagian dari pemerintah akan tetap tutup selama Demokrat menolak untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko. Hal itu menghilangkan harapan adanya keajaiban Natal bahwa beberapa departemen bisa dibuka kembali.
 
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda kapan pemerintah akan dibuka. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu tidak akan terbuka sampai kita memiliki tembok atau pagar," kata Trump, ketika ditanya kapan pemerintahan akan dibuka kembali.
 
"Saya akan menyebutnya apapun yang mereka inginkan, tetapi semuanya tetap sama," tambah Trump, di Gedung Putih setelah memberikan salam liburan kepada pasukan AS yang ditempatkan di seluruh negara dan dunia.
 
Trump berargumen bahwa aliran narkoba dan perdagangan manusia ke AS hanya bisa dihentikan oleh tembok perbatasan. "Kami tidak bisa melakukannya tanpa penghalang. Kami tidak bisa melakukannya tanpa tembok," katanya kepada wartawan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif