Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

Trump Yakin PDB AS Capai 4%

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 23 Maret 2019 20:02
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pertumbuhan ekonomi AS akan jauh lebih kuat seandainya Federal Reserve berhenti menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Sebelumnya, the Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan guna mengimbangi pertumbuhan ekonomi AS.
 
"Jika kita tidak memiliki seseorang yang menaikkan suku bunga dan melakukan pengetatan kuantitatif, kita akan lebih dari empat (persen untuk pertumbuhan ekonomi) bukannya 3,1 (persen) dalam hal pertumbuhan ekonomi. Dunia melambat, tapi kami tidak melambat," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 22 Maret 2019.
 
Komentar Trump datang setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dan menurunkan prospek penaikan suku bunga untuk 2019 menjadi nol. The Fed juga menurunkan prospek ekonominya untuk 2019. Ini telah menjadi poros penting bagi bank sentral dalam hitungan bulan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump sangat kritis terhadap kebijakan the Fed karena menaikkan suku bunga acuan empat kali pada tahun lalu. Pada Oktober, ia menyebut bank sentral "gila" karena pengetatan kebijakan moneter pada tingkat itu. Bahkan, Trump terus memberikan tekanan agar the Fed melonggarkan kebijakan agar pertumbuhan ekonomi AS bisa terus melesat.
 
Menurut Biro Analisis Ekonomi AS ekonomi AS tumbuh 2,9 persen pada 2018, dan 2,6 persen pada kuartal keempat tahun lalu. Pada basis kuartal keempat dibandingkan dengan kuartal keempat, Produk Domestik Bruto (PDB) adalah 3,1 persen untuk 2018.
 
Sebuah survei menemukan bahwa ekonomi AS diperkirakan tumbuh hanya 2,3 persen pada 2019. "Saya harap saya tidak memengaruhi mereka, terus terang. Tapi itu tidak masalah, saya tidak peduli apakah saya memengaruhi mereka atau tidak. Satu hal adalah saya benar," kata Trump.
 
Federal Reserve sebelumnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari. Keputusan tersebut diharapkan memberi efek positif terhadap perekonomian Amerika Serikat.
 
Keputusan yang diambil the Fed itu dalam sebuah langkah yang memenuhi ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan 'sabar' bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneter. Perubahan ini terutama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menekan sejumlah risiko yang bisa datang kapan saja dan di mana saja.
 
"Untuk mendukung tujuan mendorong lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan kisaran target untuk suku bunga Federal Fund pada 2,25 persen hingga 2,50 persen," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.
 
FOMC, badan pembuat kebijakan moneter the Fed, terus melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target simetris Komite 2,0 persen sebagai hasil yang paling mungkin.
 
"Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa mendatang pada kisaran target untuk suku bunga Federal Fund yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini," kata the Fed.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif