Dolar AS Anjlok
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
New York: Dolar AS memperpanjang kerugian terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Rabu waktu setempat.

Ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan suku bunga bank sentral mendekati netral, sehingga meningkatkan taruhan pada lebih sedikit kenaikan suku bunga di masa depan.

"Suku bunga masih rendah menurut standar historis, dan mereka tetap hanya di bawah kisaran luas perkiraan tingkat yang akan netral bagi perekonomian -yaitu, tidak mempercepat atau memperlambat pertumbuhan," ujar Powell dalam sebuah pidato di Klub Ekonomi New York, seperti dilansir dari Xinhua, Kamis, 29 November 2018.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1376 dolar dari 1,1295 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,2834 dolar dari 1,2733 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7314 dolar dari 0,7223 dolar.

Dolar AS membeli 113,53 yen Jepang, lebih rendah dari 113,78 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9930 franc Swiss dari 0,9986 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3271 dolar Kanada dari 1,3299 dolar Kanada.

Investor sebagian besar mengambil pidato terakhir Powell sebagai tanda bahwa the Fed akan memperlambat laju pengetatan kebijakan. Pernyataan itu secara luas dipandang sebagai dovish dari apa yang Powell katakan tentang suku bunga Fed pada awal Oktober.

Komentar Powell di awal Oktober lalu menunjukkan bahwa tingkat suku bunga sebelumnya adalah jalan panjang dari apa yang disebut netral, yang mengarah ke ekspektasi pasar pada kenaikan suku bunga keempat yang akan berlangsung pada Desember tahun ini menyusul sebelumnya pada September.

Powell menekankan dalam sambutannya bahwa laju bertahap Fed menaikkan suku bunga dimaksudkan untuk menyeimbangkan risiko. "The Fed menganggap serius risiko pendakian terlalu cepat dan memperpendek ekspansi ekonomi, dan di sisi lain mendaki terlalu lambat dan mendorong inflasi atau ketidakstabilan keuangan yang lebih tinggi."

Perubahan nada dalam kenaikan suku bunga terjadi hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengecam Powell dalam sebuah wawancara dengan Washington Post. Trump mengatakan dia sedikit tidak senang dengan pengangkatan Powell awal tahun ini.

Trump menampar kenaikan suku bunga the Fed tahun ini ke kisaran 2-2,25 persen sebagai "cara off base" dan "kesalahan," karena biaya pinjaman yang lebih tinggi memperlambat ekonomi AS.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id