Ilustrasi (AFP/Youssef Karwashan)
Ilustrasi (AFP/Youssef Karwashan)

Harga Minyak Dunia Berakhir Beragam

Ekonomi minyak mentah
26 Maret 2019 08:03
New York: Harga minyak dunia beragam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB) setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Kondisi itu terjadi karena para pelaku pasar terus bergulat dengan kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
 
Mengutip Antara, Selasa, 26 Maret 2019, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD0,22 menjadi USD58,82 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD0,18 menjadi USD67,21 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dipicu pada Jumat 22 Maret setelah apa yang disebut kurva imbal hasil terbalik untuk pertama kalinya terjadi dalam lebih dari satu dekade dan sentimen suram bertahan hingga Senin 25 Maret. Kurva imbal hasil terbalik muncul lagi pada Senin waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurva imbal hasil terbalik terjadi ketika suku bunga jangka pendek melampaui suku bunga jangka panjangnya, yang dianggap sebagai indikator penting dari kemungkinan resesi ekonomi. Investor khawatir bahwa perlambatan ekonomi global akan berdampak pada permintaan bahan bakar, para ahli mencatat.
 
Sementara itu, harga minyak mentah mendapat dukungan dari pemangkasan pasokan oleh produsen-produsen minyak utama. Desember lalu, OPEC dan produsen minyak utama lainnya termasuk Rusia, yang dikenal dengan sebutan OPEC+, berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari guna menopang harga, efektif mulai Januari tahun ini.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 14,51 poin atau 0,06 persen, menjadi 25.516,83 poin. Indeks S&P 500 turun 2,35 poin atau 0,08 persen menjadi 2.798,36 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,13 poin atau 0,07 persen menjadi 7.637,54 poin.
 
Saham Apple turun lebih dari 1,21 persen, setelah raksasa teknologi itu mengumumkan serangkaian layanan-layanan baru pada Senin 25 Maret, karena perusahaan berusaha memperluas area pertumbuhan pendapatan untuk mengimbangi melemahnya penjualan iPhone.
 
Apple meluncurkan layanan video streaming yang disebut Apple TV Plus yang menampilkan konten yang diproduksi Apple, dan layanan berlangganan baru, yang menambahkan konten majalah ke aplikasi Apple News.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif