Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

India Harap AS Izinkan Sekutunya Beli Minyak Iran

Ekonomi india minyak mentah ekonomi amerika iran
23 April 2019 15:02
New Delhi: Sebuah sumber yang akrab dengan pembicaraan Amerika Serikat (AS) dan India mengatakan India berharap AS akan mengizinkan sekutu-sekutunya untuk terus membeli beberapa minyak Iran, alih-alih menghentikan pembelian secara keseluruhan mulai Mei 2019.
 
Amerika Serikat pada Senin 22 April mengumumkan bahwa pembeli minyak Iran perlu segera mengakhiri impor atau menghadapi sanksi-sanksi, sebuah sumber yang akrab dengan situasi tersebut mengatakan. Pernyataan itu memicu lonjakan tiga persen pada harga minyak mentah ke tertinggi mereka untuk sejauh tahun ini.
 
"Mereka (Pemerintah AS) harus menjaga sekutu mereka, mitra strategis. Di bawah sanksi-sanksi dari awal, ada pembicaraan tentang pengurangan bertahap dan tidak akan menjadi nol pada satu pukulan," kata sumber itu, yang tidak ingin diidentifikasi karena kepekaan masalah ini, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 23 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


India, pelanggan minyak terbesar Iran setelah Tiongkok, hampir mengurangi separuh pembelian minyak Iran sejak November. Saat itu lah Washington memberikan pengecualian pengurangan yang signifikan (significant reduction exceptions/SRE) dari sanksi-sanksi ke negara-negara, termasuk India.
 
"Di bawah SRE, kami berharap mereka akan memberi kami relaksasi dan memungkinkan kami membeli minyak Iran," tambah sumber itu.
 
Perusahaan-perusahaan penyulingan India belum memerintahkan untuk mencabut order minyak Iran pada Mei, menunggu kejelasan apakah Washington akan memperpanjang keringanan sanksi-sanksi.
 
Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak lebih dari dua persen pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), mendekati level tertinggi enam bulan. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang ketatnya pasokan global setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan larangan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran.
 
Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,70 atau 2,66 persen menjadi USD65,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak sempat mencapai USD65,92 per barel, tertinggi sejak 31 Oktober.
 
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD2,07 atau 2,88 persen menjadi USD74,04 per barel di London ICE Futures Exchange. Acuan global Brent menyentuh USD74,52 per barel, tingkat tertinggi sejak 1 November tahun lalu.
 
Washington mengatakan akan menghapuskan semua keringanan yang memungkinkan delapan negara untuk membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi-sanksi Amerika Serikat pada Mei. Premi risiko geopolitik kembali di pasar minyak dalam cara yang besar.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif