Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

AS Jamin Virus Korona Tak Tekan Harga Minyak

Ekonomi Virus Korona minyak mentah
Antara • 14 Februari 2020 09:09
Lisbon: Wabah virus korona di Tiongkok berdampak kecil kepada pasar energi dan tidak mungkin secara dramatis memengaruhi harga minyak, bahkan jika permintaan di Tiongkok turun 500 ribu barel per hari.
 
Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Dan Brouillette kepada Reuters, Kamis waktu setempat memperingatkan bahwa ada pelambatan pembelian energi dari Tiongkok. Dia mengatakan mungkin ada dampak yang lebih besar jika virus baru terus berkembang dengan cepat sampai memengaruhi penerbangan masuk dan keluar dari negara itu dan memukul perekonomian Tiongkok.
 
"Tetapi pada titik ini marjinal," katanya saat berkunjung ke Portugal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika pasar Tiongkok turun setengah juta barel, itu 0,5 persen dari total pasar, kita tidak akan melihat pengaruh yang sangat dramatis kepada harga," tambahnya.
 
Permintaan minyak akan turun 435 ribu barel per hari kuartal ini yang pertama terjadi sejak krisis keuangan 2009 karena wabah virus korona di Tiongkok, kata Badan Energi Internasional (IEA) Kamis.
 
Para analis memperkirakan pukulan terhadap permintaan minyak global dari virus berkisar dari 0,2 persen hingga lebih dari 1,0 persen. Ditanya tentang perkiraan ini, Brouillette mengatakan penurunan satu persen dalam konsumsi di seluruh dunia adalah besar, tetapi tidak terjadi pada saat ini.
 
Dia mengutip pergerakan harga yang relatif kecil setelah peristiwa baru-baru ini seperti serangan drone pada fasilitas minyak Saudi September tahun lalu. "Seandainya itu terjadi 10 tahun yang lalu, 12 tahun yang lalu, kita akan melihat harga melonjak sangat tinggi," tambahnya.
 
Ditanya tentang kebijakan AS mengenai perubahan iklim, Brouillette mengatakan pemerintahnya ingin mengembangkan teknologi yang memungkinkan pembangkit listrik tenaga angin dan matahari yang besar memberi pasokan listrik tanpa henti ke jaringan listrik, yang juga harus dilengkapi dengan baterai penyimpanan.
 
"Jika kita dapat mencapai itu, maka saya pikir kita akan mencapai, pada kecepatan yang bahkan lebih cepat, beberapa tujuan iklim yang kita semua ingin capai," kata dia.
 
Brouillette menambahkan, Amerika Serikat masih akan berusaha mengembangkan semua sumber daya energi, dari energi nol-emisi hingga tenaga nuklir dan bahan bakar fosil.
 
"Keragaman itu tidak hanya membawa kekuatan, tetapi juga menurunkan harga ke pasar. Jika konsumen memiliki jenis opsi itu, mereka mendapatkan harga yang lebih baik dan kami mendapatkan hasil yang lebih baik pada masalah iklim yang kita semua pedulikan."
 
Dia mengatakan pembicaraannya dengan berbagai negara Eropa telah difokuskan kepada pengembangan infrastruktur untuk ekspor gas alam AS --seperti pipa yang menghubungkan Spanyol dan Prancis-- dan teknologi terbarukan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif